Habib dan Kiai Sukabumi Panjatkan Doa untuk Pemimpin Indonesia Mendatang

Kamis, 29 Desember 2022 - 21:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menjelang akhir tahun 2022, para Habib dan Kiai di Kabupaten Sukabumi memanjatkan doa untuk pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Doa bersama tersebut di antaranya memohon Indonesia dianugerahi pemimpin yang tidak punya riwayat kedekatan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ataupun organisasi terlarang lainnya.

Doa tersebut digelar para Habib dan Kiai sebagai harapan akhir tahun bersama masyarakat di Lapangan Cibodas Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/12/2022).

“Negara kita sudah on the track. Jangan sampai negara kita mendapat pemimpin yang justru bakal merusak tatanan ini karena telah berkawan, telah bekerja sama dengan organisasi terlarang, dengan HTI,” kata Habib Umar Bin Husein Assegaff.

Sosok pemimpin yang mesti memimpin Indonesia setelah Presiden Jokowi, kata Habib Umar mesti punya rekam jejak sebagai pemersatu, tegas dalam menjalankan konstitusi dan tidak pernah memanfaatkan agama untuk mencapai kepentingan personalnya.

“Jangan sampai kita menggadaikan persatuan. Jangan sampai kita ditipu dan dikelabuhi dengan omongan-omongan manis dan adu domba,” katanya.

Selain doa, para Kiai dan habib juga melantunkan hadiah tawasul yang dipimpin oleh KH. Useh Ahmad Ahwasy, kemudian doa bersama dipimpin langsung oleh Habib Sholeh Bin Muhamad Assegaff dan Habib Naufal Bin Umar Al-Attas.

Sementara Ijazah Rotib Al-Atos dipimpin oleh Habib Abdullah Muhsin. Melengkapi doa Habib Umar, KH. Useh Ahmad Ahsawy juga berharap agar Indonesia diberkahi keselamatan. Dihindarkan dari bencana sekaligus rakyatnya diberi keselamatan.

“Karen sehat dan selamat itulah yang bisa kita jadikan modal untuk terus berbuat baik. Jika kita berbuat baik, insyaallah bakal diberi pemimpin yang baik,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru