JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap turut bangga atas kehadiran Desa Wisata Hanjeli di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.
“Kehadiran Desa Wisata Hanjeli banyak sisi positifnya, salah satunya sebagai solusi untuk menghadapi krisis pangan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (17/11/2022).
Tak hanya itu, Tuti juga mengapresiasi kepada Kang Asep, Founder Yayasan Desa Wisata Hanjeli yang telah berinovasi membangun Desa Wisata berbasis budidaya hanjeli.
“Bangga tentunya, selain di saat dunia menghadapi krisis pangan, kehadiran Desa Wisata ini pun mampu menjadi wadah dalam menyosialisasikan hanjeli sebagai pengganti padi,” kata Tuti.
Terpisah, Founder Yayasan Desa Wisata Hanjeli, Asep Hidayat mengaku, hajeli memang bisa dimanfaatkan dan dibuat beragam pangan alternatif pengganti beras.
“Tentu bisa, ya seperti nasi liwet hanjeli, bubur hanjeli, dodol hanjeli, rengginang hanjeli, dan kicimpring hanjeli,” sambungnya.
Salah satu upaya mempertahankannya, kata Kang Asep, warga sekitar diajak turun langsung menanam hanjeli dengan mengajak warganya memanfaatkan pekarangan kosong untuk ditanami.
“Proses budaya tanaman ini melibatkan warga setempat khususnya warga mantan PMI yang tersebar di beberapa kampung, yang menamakan kelompok taninya Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar mandiri. Hal itu, dilakukan semata untuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya menumbuhkan ekonomi yang berkelanjutan,” paparnya.
Masih kata Kang Asep, ada sekitar 100 lebih wanita yang terlibat dalam proses budidaya ini, adapun lahan yang digunakan untuk menanam hajeli ini sekitar 5 hektar sampai 6 hektar lebih yang digunakan.
“Ya dengan budidaya hanjeli dengan memafaatkan lahan yang kosong, menjadikan Desa Waluran sebagai Desa Wisata yang bisa membuat masyarakat sejahtera dan ekonomi meningkat,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan






