Waspada Longsor! Akses Jalan Penghubung Tiga Desa di Parakansalak Ditutup

Minggu, 23 Oktober 2022 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bencana longsor terjadi di Kampung Mancle RT. 07/02, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, sekira pukul 02.15 WIB, Minggu (23/10/2022).

Akibatnya akses jalan penghubung tiga desa yakni Desa Bojongasih, Desa Bojonglongok dan Desa Sukakersa itu terpaksa ditutup sementara.

Tak hanya itu, longsor jalan desa dengan panjang 50 meter, tinggi 30 meter dan lebar 5 meter serta retakan tanah 25 centimeter tersebut menutupi saluran air ke lahan pesawahan.

Kondisi akses penghubung tiga desa di Parakansalak yang mengalami retakan tanah, Minggu (23/10/2022).

“Dampak utamanya jalan desa ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan, tiga desa sekitar terisolir,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni kepada jurnalsukabumi.com.

Dampak lainnya, kata dia, air tida mengairi ke lahan pesawahan sekira 60 hektare. Bencana ini terjadi saat hujan deras cukup lama terjadi di wilayah Kecamatan Parakansalak dan sekitarnya.

“Hasil peninjauan di lokasi dan berkoordinasi bersama perangkat Desa Bojongasih, kecamatan, Koramil, Polsek, Satpol PP serta relawan telah melakukan asessment dan memberikan imbauan ke masyarakat untuk tetap waspada,” kata Jujun.

Adapun kebutuhan darurat saat ini, lanjut dia, yakni tanggap darurat dan segera dilakukan pemasangan bronjong. Sementara warga yang biasa melintas akses ini terpaksa harus memilih akses lain.

“Laporan ke BPBD Kabupaten Sukabumi sudah kami tembuskan. Untuk update selanjutnya akan disampaikan secara berkala apabila terdapat laporan tambahan,” tutup Jujun.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan mengatakan, curah hujan wilayah Kabupaten Sukabumi sangat tinggi, kejadian bencana terutama tanah longsor terjadi di hampir semua kecamatan.

“Kita sudah menerima laporan dan petugas kita P2BK sudah melakukan assesment awal, sampai sejauh mana tingkat bahaya dan kedaruratannya. BPBD juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, apalagi kalau terjadi hujan dengan curah cukup tinggi dan waktu yang lama,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru