JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati, Iyos Somantri hadiri peluncuran program Ketahanan Pangan Terintegrasi (Pangsi) yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/7/2022).
Iyos menyampaikan ucapan terima kasih dan dukungan atas program Pangsi tersebut. Karena, menurutnya hal itu sejalan dengan visi dan misi Pemda Kabupaten Sukabumi.
“Kami berterimakasih dan juga support kepada BI perwakilan Jawa Barat, dan dihadiri oleh perbankan lain yang ada di Sukabumi untuk membangun sinergi berkolaborasi,” kata Iyos.
Orang nomor dua di kabupaten Sukabumi ini menilai, dalam meningkatkan ketahanan pangan, program tersebut menjadi salah satu jawaban permasalahan. Sebab, saat ini kondisi ekonomi negara khususnya daerah juga terdampak masa pandemi, kemudian terpengaruh dengan perang di tingkat Internasional yang juga berpengaruh pada inflasi.
“Dengan hadirnya program Pangsi ini tentunya sangat baik, suatu kebahagiaan bagi kami untuk segera diimplementasikan. Karena sasaran programnya sudah jelas,” jelas dia.
Selain kelompok-kelompok usaha yang ada di Sukabumi, program tersebut juga menyokong pada beberapa pondok pesantren. Baik di Kabupaten maupun Kota Sukabumi.
“Kami sangat bangga karena ini menjawab tantangan atau menambah kekuatan ketika. Sehingga merata, dengan yang belum terbagi kita berbagi melalui program dari Bi ini, sehingga mendapat giliran juga beberapa pondok pesantren yang ada. Karena selama ini mungkin di pondok pesantren hanya terdapat bina rupiah,” ujarnya.
Dia berharap dengan adanya program pangsi ini khususnya di Kabupaten Sukabumi, dengan ikon yang dimiliki seperti Geopark, Ciletuh, dan pantai Pelabuhan Ratu yang menjadi ikon Internasional yang harus dijaga dan kita pertahankan.
“Di sini kita ingin lebih meningkatkan sesuai dengan visi misi kami yaitu bagaimana untuk meningkatkan produktivitas masyarakat yang berdaya saing melalui agrobisnis, dan pariwisata berkelanjutan dengan program pangsi ini. Jadi, sangat linear dan kita ingin seiring sejalan melajukan atau mempercepat agar komoditas para petani, sehingga kesejahteraan pun akan meningkat,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Herawanto mengatakan, ekosistem tersebut dibuat sebagai salh satu langkah awal untuk membuat satu percontohan sistem terintegrasi dengan ketahanan pangan yang akan menjadi contoh untuk nasional.
“Selain kelompok usaha dan tani, yang terlibat adalah ada pondok pesantren baik di kota dan Kabupaten Sukabumi. Sehingga menjadi suatu ekosistem sangat penting untuk kita segera jalankan, yang bisa direplikasi di berbagai tempat,” ucap Herawanto.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












