Usung Tema Genting, Bupati: 2035, Angka Stunting Harus Terintervensi

Rabu, 6 Juli 2022 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, menuturkan dalam rangka Harganas ke-29 terdapat program-program BKKBN harus tersosialisasikan dengan baik agar di 2035 angka stunting harus terintervensi.

Demikian disampaikan Marwan, saat mengikuti Webinar Dialog dan Apresiasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting. Kegiatan tersebut mengusung dengan tema Generasi Bebas Stunting (Genting) secara Virtual dari Command Center Palabuhanratu. Rabu (6/7/22).

“Di tahun 2035, Bapak Presiden berharap, angka stunting menurun dan banyak program yang harus menjadi perhatian kita. Karena kalau dibiarkan, SDM anak-anak kita tidak produktif,”kata bupati.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo mengatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dalam rangka percepatan stunting menuju angka 14 persen di 2024.

“Pesan khusus Bapak Presiden Jokowi ialah keluarga-keluarga muda harus menjadi perhatian utama, dikarenakan keluarga muda lah yang akan hamil dan akhirnya bisa melahirkan anak-anak stunting,”terangnya

Masih kata Hasto, stunting menjadi ancaman kualitas generasi muda dan generasi bangsa, sehingga ancaman stunting harus diturunkan secara bersama-sama

“Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan kepada BKKBN dalam rangka penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 ” ucapnya

Lanjut dia, untuk angka stunting generasi muda di Indonesia sebanyak 24,4 persen, Mental Emotional Medis Ofer sebanyak 8,6 persen , kecanduan narkotik  sebanyak lima persen, autisme satu persen dan difabel tiga persen. “Sehingga generasi kita yang kurang optimal itu sudah hampir 40 persen dan masalah terbesarnya yakni stunting,” jelasnya.

Masih kata dr Hasto, pada tahun 2035 akan hadir Eject Duration, dimana akan cukup besar populasi orang-orang tua yang pendidikan nya tidak lulus SMP sebanyak 80 persen, oleh karena itu generasi muda saat ini harus produktif. “Ketika generasi mudanya tidak produktif maka windows opportunity akan menutup di tahun 2035,” ujarnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Ketua APPMBGI Sukabumi Raya Sambut Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
PWI dan IPB Siapkan Beasiswa S2 untuk Wartawan, Bahas Skema Dukungan Pendidikan
Hari Lahir Pancasila, Hergun: Bumikan Nilai Ideologi di Kehidupan Nyata
Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing
Kemenkes Puji Totalitas Bupati Sukabumi Dorong Fakultas Kedokteran Pertama di Sukabumi
Sang “Predator”, Sapi Kurban Prabowo Siap Disembelih di Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:16 WIB

Ketua APPMBGI Sukabumi Raya Sambut Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:49 WIB

PWI dan IPB Siapkan Beasiswa S2 untuk Wartawan, Bahas Skema Dukungan Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:16 WIB

Hari Lahir Pancasila, Hergun: Bumikan Nilai Ideologi di Kehidupan Nyata

Berita Terbaru