JURNALSUKABUMI.COM – Ibadah Salat Jumat di Masjid Jami Birrul Walidain RS Sekarwangi Cibadak berlangsung khidmat, Jumat (17/6/2022). Ustad Sulaeman Nur yang bertugas sebagai khotib menyampaikan khutbah tentang empat tanda orang yang beruntung.
Selepas memanjatkan puja dan puji hanya bagi Allah SWT dan salawat bagi nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, serta mendoakan para pengikutnya, selanjutnya Khatib senantiasa mengajak kepada seluruh jama’ah sekalian untuk tetap dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Dengan Taqwa maka kita akan mendapatkan Darajatul ‘Ulya di Dunia maupun di Akhirat yang akan tiba.
Di dalam salah satu ayat Al-Qur’an, yang terdapat pada QS. As-Sajdah: 15, bahwa Allah SWT memberikan arahan sekaligus penganugerahan gelar yang sangat Dahsyat kepada kita semua, dengan sebutan “Mu’min/Mukmin”.
Kenapa dikatakan dahsyat? Menurut Syaikh Shalih bin Abdullah bin Humaid (salah seorang Imam Masjidil Haram), dengan Tafsir Al-Mukhtasharnya (Markaz Tafsir Riyadh), menjelaskan bahwa seseorang yang diberi gelar Mukmin oleh Allah SWT sebagaimana ayat diatas sangat mahal harganya yaitu dengan ditandai oleh “Patuh kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, selalu memuji Allah SWT pada setiap kesempatan apapun serta tidak sombong di hadapan Allah SWT dan makhluk-Nya”.
Jika seseorang sudah patuh, maka Allah SWT (Rahmat-Nya) akan selalu ada pada dirinya. Dan, jika Rahmat Allah SWT sudah ada pada dirinya, maka keberuntungan akan menghinggapinya. Dan, jika seseorang sudah beruntung maka akan terlihat tanda/ciri yang tidak akan bisa dibohongi oleh siapapun dan oleh apapun.
Adapun, ciri dari orang yang beruntung jika dinisbatkan dengan ayat diatas adalah sebagaimana Sabda Baginda Nabi Muhammad SAW, yang artinya ada empat macam ciri dari orang yang beruntung.
Yakni pasangan hidupnya shalih/shalihah, keturunannya baik-baik dan selalu menebar kebaikan, selalu berkumpul/bersama-sama dengan orang-orang yang Shalih yang dimuliakan oleh Allah SWT, dan kasabnya/pekerjaannya halal dan membawa kemanfa’atan.
Kesimpulan yang dapat Khatib sampaikan, bahwa orang yang beruntung itu adalah orang yang bahagia. Sementara kebahagiaan tidak mungkin didapatkan tanpa adanya kepatuhan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Redaktur: Mohammad Noor












