JURNALSUKABUMI.COM – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) XV Kota Sukabumi kembali digelar setelah dua kali gagal dilaksanakan.
Musda kali ini dilaksanakan oleh kubu Gilang Gusmana dan Nurul Jaman Hadi, pada dua lokasi berbeda, Selasa (31/5/2022).
Kubu Gilang Gusmana, menggelar Musda di Gedung Pusat Kajian Islam (Islamic Center) Kota Sukabumi. Sedangkan, Nurul Jaman Hadi berlangsung di Cafe Nyoempoet, Jalan Cipanengah Girang, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Dalam Musda tersebut, hingga pukul 18.45 WIB akhirnya menghasilkan keputusan bahwa sidang ditunda hingga 3 hari ke depan.
Pimpinan sidang Musda kubu Gilang, Ruslan mengatakan, penundaan Musda lanjutan ini karena adanya surat dari kepolisian yang ditandatangan langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota.
Surat tersebut berisi himbauan agar Musda pada hari itu harus ditunda. Penyebab lainnya adalah karena ketidakhadiran dari pihak (KNPI) Jawa Barat.
Ruslan menuturkan, Musda tersebut dihadiri oleh 57 OKP lengkap dengan mandatnya. Dirinya pun mengatakan, pihaknya menerima pencabutan surat rekomendasi dari KNPI Pengurus Kecamatan (PK) Baros untuk Nurul Jaman Hadi yang menurut aturan AD/ART bisa menggugurkan menjadi calon ketua.
“Namun kami tidak serta merta menjadikan Gilang Gusmana menjadi Ketua KNPI secara aklamasi, surat pencabutan rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan sidang atau perwakilan dari Jawa Barat. Hasil Musda yang akan digelar 3 hari ke depan itu merupakan aspirasi hasil forum, namun pada pelaksanaannya nanti jika tidak terlaksana, itu bukan salah kami, kita hanya pimpinan sidang dan panitia lokal saja,” terang Ruslan.
Ruslan menambahkan, walaupun pelaksanaannya kondusif, namun jika tidak dilaksanakan ketentuan tersebut, maka kegiatannya akan dianggap illegal. Karena menurutnya, kehadiran dari KNPI Jawa Barat sangatlah penting dalam pelaksanaan sidang, yang mana menjadi sebagai aspek legalitas.
Sementara Musda yang digelar kubu Nurul Jaman Hadi atau yang dikenal dengan Haji Aun, berjalan kondusif, sampai pada hasil kongres bahwa Haji Aun sebagai Ketua KNPI Kota Sukabumi.
Aap Salapudin, Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat, menjelaskan Musda tersebut merupakan bagian dari aspek konstitusional. Sehingga perlu ditinjau pelaksanaannya.
“Musda hari ini yang dilaksanakan adalah Musda yang memang dilaksanakan sesuai konstitusional. Sehingga kami dari DPD KNPI Jawa Barat ketika menerima undangan ini, terdapat organisasi yang harus dijalankan. Karena itu kami tinjau, berikut juga menjadi bagian dari legitimasi Musda ini,” jelas Aap.
Lebih lanjut Aap menjelaskan, KNPI yang dianutnya dengan Ketua DPP Pusat adalah Ryano Panjaitan, dan Ketua DPD Jawa Barat Hendra Guntara. Dia menuturkan, tidak menginginkan perpecahan di tubuh pemuda Indonesia.
Meski demikian, dia menambahkan, akan selalu ada konsekuensi dalam semangat menjalankan aturan organisasi. Sehingga apapun konsekuensinya harus diterima.
Pada kesempatan sama, Ketua KNPI terpilih versi Cafe Nyoempoet, Haji Aun menyampaikan, agar seluruh OKP tetap solid, dan tetap menjaga silaturahmi. Dengan harapan kedepannya, lanjutnya menghimbau agar OKP ini dapat berpikir untuk masa depan kemajuan pemuda di Kota Sukabumi.
“Langkah selanjutnya mungkin ini akan memenuhi persyaratan-persyaratan yang tadi disebutkan, akan kita lampirkan juga. Kita serahkan ke Kesbangpol dan ke Dispora. Adapun tahapan-tahapan itu nanti, akan ditempuh seluruhnya sesuai dengan kesepakatan teman-teman OKP,” jelas Haji Aun.
Ia pun tidak bisa memberikan komentar terkait pelaksanaan Musda di lokasi lain. Menurutnya, yang jelas semua mempunyai ha. Dirinya pun menambahkan, pihaknya akan membuktikan bahwa OKP yang hadir sebanyak 62 itu, akan tetap solid, dan bisa maju meraih mimpi-mimpi mereka.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor






