JURNALSUKABUMI.COM – Rumah Sakit Umum Daerah Jampangkulon menggelar roadshow kesehatan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Selasa (24/5/2022) Road show tersebut diselenggarakan dengan membawa misi sosialidasi HIV/AIDS.
Informasi yang diterima jurnalsukabumi.com, roadshow diikuti 38 orang peserta mahasiswa. Adapun narasumber dari kegiatan tersebut adalah Dokter Nurmayasari dari RSUD Jampangkulon.
Dalam paparannya, Nurmayasari menjelaskan salah satu isu terkait HIV yang cukup penting yakni tentang diskriminasi. Pemerintah melalui Permenkes Nomor 21 Tahun 2013 tentang penanggulangan HIV memiliki tujuan 3 Zero pada 2030. Zero discrimination atau nol diskriminasi menjadi salah satunya, selain zero new HIV Infection dan Zero AIDS related death.
Upaya tenaga kesehatan dan pemerintah dalam mewujudkan zero diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS terbilang cukup serius. Dalam pemaparan dokter Nurmayasari dijelaskan dikriminasi tersebut bisa dikenakan pidana yang diatur dalam perda. Ancaman hukumannya enam bulan kurungan, atau denda maksimal Rp 50 juta.
Selain itu para peserta mendapatkan penjelasan berbagai hal mengenai HIV/Aids. Dijelaskan bahwa HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Menyebabkan orang yang terserang menjadi sering sakit dan rentan tertular penyakit.
Sementara AIDS adalah sindrome yang menurunkan kekebalan tubuh dan disebabkan HIV. Akibatnya tubuh tak dapat memerangi penyakit.
Dijelaskan pula bahwa orang terinfeksi HIV biasanya tidak menunjukan gejala dalam kurun waktu 5-10 tahun. Namun saat AIDS berkembang, ada beberapa gejala yang muncul.
Diantaranya pembengkakan pada leher, kehilangan berat badan secara drastis, penyakit kulit yang tak kunjung sembuh, demam, batuk terus menerus, dan diare berkelanjutan.
HIV menular melalui hubungan seks, darah terinfeksi, penggunaan jarum suntik terinfeksi HIV, dan penularan dari ibu ke bayi.
Ditegaskan pula bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan, gigitan nyamuk, sharing alat makan, dan sebagainya.
Pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan cara tidak melakukan seks bebas, pemeriksaan pada darah donor, penggunaan alat suntik sekali pakai, dan hindari perbuatan yang membuat lupa diri. Misalnya mabuk-mabukan atau mengkonsumsi narkotika.
Redaktur: Mohammad Noor












