JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid menjelaskan, tingkat kemiskinan mengalami penurunan sejak 2021. Kendati, tidak secara gamblang menyebut berapa persen penurunan yang terjadi. Namun, hingga kini jumlah kemiskinan itu berada di angka 1 juta lebih.
Harun mengaku, hal tersebut didasari dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), sehingga dalam sistem aplikasinya tercatat pada Aplikasi Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG).
“Kalau lihat dari pada jumlah DTKS yang sebelumnya, maka jumlah data terpadu kesejahteraan sosial dari tahun 2021 masih tercatat di angka 1.789.714,” ujar Harun di Kantor Setda Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/5/2022) lalu.
Selain itu, dilihat juga dari penurunan penerima bantuan pada program keluarga harapan (PKH), maupun pada program bantuan pangan non tunai (BPNT). Termasuk, melalui kantor pos maupun Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu relatif mengalami penurunan.
“Tapi kalau dilihat daripada data baik jumlah PKH maupun jumlah yang BPNT memang dari tiap base setiap penurunan, baik yang diluncurkan melalui pos maupun yang diluncurkan melalui Himbara relatif mengalami penurunan,” terang Harun.
Masih kata dia, penurunan kemiskinan terjadi selain dampak peningkatan ekonomi maupun adanya berbagai bantuan pangan, disebabkan juga dari perubahan atau perbaikan data.
“Dan penurunan di sini tentunya satu ada perbaikan data, yang kedua ketika berbicara data berarti akan berbicara data tersebut adalah data layak seseorang menerima atau tidak, kemudian yang tidak layaknya juga akan berimbas pada satu adanya kematian, yang kedua ada perbaikan data atau perubahan status ekonomi, kalau ekonominya bagus mungkin itu salahsatunya,” tutup Harun.
Reporter: Apip | Redaktur: Ujang Herlan












