Tiket Masuk Objek Wisata Sukabumi, Dispar: untuk Asuransi Kecelakaan

Jumat, 6 Mei 2022 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengelolaan objek wisata di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi membebankan tiket masuk di beberapa objek wisata, pembebanan itu untuk asuransi kecelakaan penjamin wisatawan selama berada di lokasi wisata.

Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi, menjelaskan ada 5 lokasi wisata yang disertai pembebanan tiket di wilayah Sukabumi. Namun ada juga lokasi wisata yang ternyata bersifat open space alias ruang terbuka gratis tanpa adanya tiket dan pembebanan biaya lainnya.

“Kalau lokasi wisata yang berdasarkan Perda No 7 tahun 2018 tentang restribusi rekreasi pada pasal 10 ada di wilayah Ujunggenteng, Minajaya, Cinumpang, Pondok Halimun dan Cikaso. Nilai tiketnya dibebankan kepada jenis kendaraan wisatawan,” kata Sigit kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (6/5/2022).

Sigit mengirimkan catatan nilai restribusi berdasarkan dari Perda No 7 tahun 2018 tersebut. Untuk pejalan kaki nilai tiket sebesar Rp 5 ribu, sepeda motor Rp 10 ribu, sedan atau Jeep Rp 25 ribu, Minibus Rp 35 ribu, Micro bus Rp 85 ribu dan Bus besar Rp 175 ribu.

“Harga tiket tersebut sudah disertai dengan asuransi jiwa, jadi ketika ada misalkan kecelakaan yang mengakibatkan wisatawan meninggal dunia di area wisata tersebut selama pengunjung bisa menunjukan bukti tiket tersebut maka akan ada asuransi yang diberikan. Jadi setelah mendapatkan tiket simpan baik- baik jangan sampai hilang,” Terangnya.

Sigit menjelaskan selain 5 lokasi wisata dibawah pengelolaan Pemkab Sukabumi, ada dua lokasi wisata lain yang hingga kini masih belum dibuka untuk umum. Dua lokasi itu adalah Curug Sodong dan Geyser Cisolok.

“Curug Sodong dan Geyser Cisolok belum dibuka untuk umum, masih dalam tahap pembangunan belum ada serah terima antara pelaksana pembangunan dengan kami. Nah untuk Karang Hawu tidak di tiket alis gratis karena sifatnya open space,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan
Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:29 WIB

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32 WIB

Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:56 WIB

Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Berita Terbaru