JURNALSUKABUMI.COM – Kawanan geng motor di Sukabumi kembali berulah. Baru-baru ini, seorang pelajar siswa SMP yang juga merupakan santri di salah satu Ponpes di Sukabumi menjadi korban kebringasan geng motor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, korban yang diketahui berinisial AF dikeroyok dan dibacok geng motor saat ngabububurit di kawasan Jalur Lingkar Selatan pada Sabtu (16/04) sore lalu.
Orang tua korban, Erni mengatakan, sebelum kejadian, anaknya yang merupakan asal warga Jakarta itu, pergi bersama temannya menggunakan sepeda motor ke arah Cisaat, tepatnya di kawasan Jalur Lingkar Selatan. Saat melintasi Jalur Lingkar Selatan, sambung Erni, dari arah berlawanan datang segerombolan bermotor yang menggunakan baju serba hitam dan memakai masker.
“Jadi gak tahu kenapa dari arah belakang anak saya juga kemungkinam ada teman-teman geng motor itu, dikiranya mau nyerang,” ujar Erni kepada wartawan, Senin (18/4/2022).
Tidak lama setelah itu, dari arah berlawanan, datang segerombolan bermotor. Karena ketakutan, akhirnya teman korban yang mengendarai sepeda motor langsung menancap gas.
Nahas, korban terjatuh. Sementara teman korban langsung pergi menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor.
“Anak saya itu, melihat mau diserang ketakutan akhirnya lari. Dipikirnya itu musuhnya, langsung dihajarin dan ditendangin hingga dibacok. Iya, hampir 10 orang lebih anak saya dikeroyok,” tandasnya.
Akibat kejadian tersebut, sambung Erni, anaknya kini tengah terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak untuk mendapatkan tindakan yang intensif dari tim medis. “Lukanya itu, dibagian ketiak dan lutut. Dan ada juga luka memar akibat ditendang itu pada bagian kepalanya,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, anaknya tersebut sengaja datang dari Jakarta untuk belajar di salah satu Ponpes yang ada di Sukabumi. “Anak saya itu, mesantren di sini di Cireunde, bukan main dari Jakarta dan ia sekolah SMP disini kelas 2. Dan ibu dan kakak saya juga di sini, di Karangtengah Cibadak,” paparnya.
Sementara itu, Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Ramdansyah mengatakan, pihak rumah sakit membenarkan sudah menerima pasien korban pembacokan atas nama Ahmad Fadli di daerah Jalur. dan korban mengalami pembacokan di daerah punggung sebelah kiri dengan kondisi saat ini akan di pindahkan keruangan.
“Kami menerima pasien korban pembacokan yang menurut keterangan korban geng motor yang dirujuk dari Rumah Sakit Betha Medica, dan korban mengalami luka pada pundak sebelah kiri dan harus dilakukan tindakan oleh dokter spesialis Ortopedhi dan saat ini Senin 18 April 2022 sekira pukul 10.00 WIB, korban baru selesai tindakan operasi dan akan di pindahkan ke ruang perawatan,”pungkasnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor






