JURNALSUKABUMI.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Warungkiara, melalui Pesantren Sa’adatuddaroen melaksanakan pembinaan kepribadian terhadap Warga Binaannya, Bidang Tahfiz Alquran menjadi salah satu program unggulan di pesantren Lapas Kelas IIB Warungkiara.
Salah seorang santri jebolan pesantren adalah Achmad Faisal Als Madun Bin Yono. Dia merupakan salah satu mantan Warga Binaan Lapas Warungkiara yang berhasil menghafal hingga 14 juz.
Kasi. Binadik dan Giatja, Rangga Permana, mengapresiasi kegiatan Tahfiz Quran tersebut. Disamping untuk menggembleng mental juga spiritual.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan Tahfiz Quran ini, semoga kedepannya Lapas Warungkiara tetap konsisten dalam mencetak generasi-generasi Tahfiz Quran sehingga bisa bermanfaat bagi diri dan lingkungannya kelak jika bebas nanti”, kata Rangga,.Rabu (16/3/22).
Dalam penyelenggaraanya kegiatan Tahfiz Quran tersebut kata dia, Lapas Warungkiara bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, menyediakan sembilan ustadz. Setiap warga binaan dibina dan diwajibkam menyetor hafalannya kepada asatidz setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat.
Masing-masing di bawah pengawasan staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas). Selain Achmad Faisal Als Madun Bin Yono yang berhasil menghafal sampai 14 Juz, juga terdapat tujuh warga binaan yang aktif dan sudah menghafalkan mulai dari dua juz, bahkan yang terbanyak untuk saat ini 9 juz, atas nama Sopandi Als Ocol Bin Usi Sanusi.
Redaktur: Usep Mulyana












