JURNALSUKABUMI.COM – Kapal tongkang jenis Kapuas Jaya 312 pengangkut batu bara kembali terdampar di Pantai Cipatuguran, Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kapal tongkang itu terdampar usai terkena gelombang tinggi beserta angin kencang.
Namun kali ini, terdamparnya kapal tersebut menimbulkan abrasi atau pengikisan tanah yang cukup tinggi karena derasnya ombak tersebut terhalang oleh badan kapal sehingga berdampak pada rumah yang berada di pesisir pantai.
“Ini yang kedua kalinya terdampar, cuma kali ini menimbulkan abrasi, karena air ombak besar dari tengah menimpa kapal tongkang,” kata Ketua RW 21, Ujang Sudira kepada wartawan, Sabtu (12/2/2022).
Menurut ia, akibat kapal pengiriman ke PLTU Jabar 2 itu, dua rumah yang tak jauh dari lokasi karam dikhawatirkan tergerus pula. Sebab, deburan ombak yang menghantam tongkang batu bara itu terus menerus mengikis pesisir pantai.
“Air laut tersebut nendang ke sebelah rumah warga, abrasinya kena dua rumah. Kasian juga pohon kelapa udah tumbang dua, rumah pun sudah sedikit lagi hampir jatuh,” terangnya.
Ujang menjelaskan, dua rumah yang berada di perbatasan RW 20 dengan RW 21 itu milik Hendra dan Pak Kumis, kedua keluarga tersebut merupakan warga tidak mampu. Kekinian, mata pencahariannya pun hanya mengandalkan barang bekas untuk menghidupi keluarganya.
“Usahanya beliau mencari rongsok. Saya meminta pihak terkait, khususnya PT Indonesia power tolong diupayakan, kasian warga masyarakat tersebut jangan sampe hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tuturnya.
Dirinya meminta, pihak terkait segera mengatasi hal tersebut, sehingga pesisir pantai itu tidak terus menerus mengalami abrasi dan menghancurkan ekosistem yang berada di wilayah itu.
“Jadi kasian semuanya, saya sudah mengirimkan poto poto ke pihak PT Indonesia power, namun datang atau tidak meninjau kelapangan saya tidak tahu,” tandasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PLTU Jabar 2 Palabuhanratu belum memberikan keterangan resmi terkait terdamparnya tongkang tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penanggungjawab kapal tongkang batu bara ini belum memberikan keterangan resmi terkait terdamparnya kapal tersebut.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

















