JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, tetap berkomitmen untuk program penanganan dan pencegahan Covid-19, di titik-titik lokasi yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus yang bergentayangan selama lebih dari dua tahun terakhir ini.
Hal tersebut disampaikan Kadishub, Dedi Chardiman, saat memantau pelaksanaan vaksinasi bosster di Kantor Dishub Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Selasa (8/2/22).
“Dishub senantiasa berkomitmen mendukung program penanganan dan pencegahan Covid-19 termasuk menegakan ketertiban dan disiplin prokes khususnya di lokasi lokasi yang rawan menjadi kluster baru penyebaran virus tersebut,” kata Dedi.
Untuk itu, dia menekankan perlu adanya pemantauan dan pelaksanaan vaksinasi secara terus menerus. Sehingga program pemerintah dalam rangka memutus penyebaran covid-19 ini dapat berjalan dengan baik, efektif dan mencapai target yang ditetapkan.
Berdasarkan data lanjut dia, yang memenuhi kelayalann divaksin Dosis ke III untuk Pegawai Dinas Perhubungan adalah 86 orang
Pada kegiatan tersebut, Tim Kesehatan Batalyon Armed 13/76/Nanggala/1/1 Kostrad melaksanakan Vaksinasi dosis III/ Booster dengan menggunakan vaksin jenis Pfizer kepada Pegawai Dinas Perhubungan Kab. Sukabumi.
Vaksinasi dilakukan di Kantor Dishub Desa Sukamulya, Kec. Cikembar dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB, Atas kerjasama yang baik antara tim kesehatan Yon Armed dengan Puskesmas Cikembar. Kegiatan terlaksana dengan lancar, tertib dan aman.
Ketua tim Kesehatan Yon Armed 13 Letda CKM dr. Reyner Sebastian mengatakan bahwa vaksinasi bertujuan memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Kab. Sukabumi.
“Diharapkan dengan dilaksanakan vaksinasi dosis III Booster jenis Vaksin Pfizer dapat memberikan dampak efektif dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 termasuk varian baru Omicron,” jelasnya.
Seperti yang di informasikan tim kesehatan vaksinasi, diketahui bahwa.tahapan-tahapan vaksinasi Booster jenis Vaksin Pfizer kepada para pegawai Dishub Kab. Sukabumi.
Dimulai dengan pendaftaran terhadap peserta vaksinasi. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan screening terhadap peserta. Lalu pemberian vaksin, penginputan data dan observasi dan terakhir peserta menunggu selama 30 menit diruang observasi untuk mengetahui efek vaksin yang disuntik
“Berdasarkan pemantauan terhadap penerima Vaksin selama menjalani masa observasi 30 menit tidak ditemukan adanya indikasi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi),” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












