Pedagang Pasar Palabuhanratu Keluhkan Sulitnya Dapat Minyak Goreng Murah

Kamis, 3 Februari 2022 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kementerian Perdagangan memberlakukan aturan harga eceran tertinggi (HET). Turunnya harga minyak goreng ini tentu disambut gembira oleh masyarakat.

Namun, aturan ini dikeluhkan sejumlah pedagang di pasar karena stok tidak mendukung. Seperti Pedagang minyak goreng di Pasar Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi hingga Kamis (3/2/2022), masih kesulitan mendapatkan stok minyak goreng murah dari distributor.

Salah satu pedagang, Iwan Darmawan mengaku, baru sekali mendapatkan stok minyak goreng kemasan dengan harga murah dari distributor.

“Minyak Subsidi kita baru mendapatkan kemarin, hari kemarin itupun hanya 5 dus dan harus cash,” kata Iwan kepada jurnalsukabumi.com.

Selain itu, ia hanya mendapat lima dus minyak goreng kemasan dengan harga murah karena pembelian dibatasi oleh distributor.

“Kita tidak ada kiriman lagi dari distributor, ada kiriman pun dibatas cuma bisa beli 5 dus,” terangnya.

Ia mengaku, dengan adanya penurunan harga malah berdampak terhadap ketersediaan minyak. Bahkan kini, pembayaran secara berangsur tidak diberikan.

“Biasanya kita itu kridit sepuluh hari paling lama dua minggu cuma kmren katanya barang nya susah cuma di jatah 5 dus cash,” tuturnya.

Diketahui, untuk minyak goreng curah, HET sebesar Rp 11.500 per liter. Harga minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan harga minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan
IPDN Gandeng Hergun Siapkan UMKM Tembus Pasar Digital di Sukabumi
Sampah Jadi Bahan Bakar! Wamenko: Hasil Pengolahan RDF Berpotensi Penuhi Kebutuhan Pabrik Semen
BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik
Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif
Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat
BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:04 WIB

DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:07 WIB

IPDN Gandeng Hergun Siapkan UMKM Tembus Pasar Digital di Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:18 WIB

Sampah Jadi Bahan Bakar! Wamenko: Hasil Pengolahan RDF Berpotensi Penuhi Kebutuhan Pabrik Semen

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB

BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif

Berita Terbaru