JURNALSUKABUMI.COM – Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Phala Martha Sukabumi, menyerahkan bantuan dukungan hidup layak bagi seorang anak pengidap celebral palsy bernama Arga Septiansyah (6), Kamis (13/1/22). Anak malang itu merupakan putra pasangan Ukon dan Sopiah warga Jalan Cagak RT. 35 RW 06, Desa Nagrak Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
“Kami datang atas dasar informasi dari masyarakat. Memang benar sesuai pengakuan ibunya, kondisi Arga dan kembarannya Argi, sejak usia tujuh bulan telah mengidap cerebral palsy. Saat lahir pun kedua anak itu sempat di vakum karena pecah air ketuban,” kata Sekretaris Balai Phala Martha Sukabumi, Umar Khaerudin kepada jurnalsukabumi.com.
Dalam rangka merespon masyarakat ujarnya, Balai Phala Martha Kemensos RI, yang memiliki program layanan asistensi rehabilitasi nasional, keberadaan warga seperti keluarga Ukon dan Sopiah, dianggap sebagai penerima manfaat program.
“Pada kunjungan silaturahmi ini, kami membawa bantuan dukungan hidup layak, ada kasur, Pampers anak, barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, telur, susu dan buah-buahan,” ujarnya.
Yang cukup melegakan lanjut dia, anak berparas tampan dan berkulit putih itu, selama ini rutin menjalani terapi di RSUD R. Syamsudin menggunakan layanan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Proses pengobatan juga dapat dukungan dari seorang dermawan yang dengan sukarela mengantar Arga dan ibunya berupa layanan antar jemput gratis tiap Selasa dan Kamis.
Dia.menuturkan, informasi yang diperoleh dari hasil kunjungan ini akan segera dilaporkan kepada pimpinan untuk dicarikan solusi terbaik agar kelurga tersebut mendapatkan fasilitas yang akan meringankan bebannya. Ada enam Kabupaten yang berada dalam pengawasan dan koordinasi Phala Martha Sukabumi yakni Ciamis, Banjar, Kuningan, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir di Provinsi Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kasi Kesos Desa Nagrak, Risman Hermawan yang didampingi Kepala Dusun Caringin Cibatu, Teti Jaenawati mengungkapkan, pihaknya terus memantau perkembangan anak tersebut. Sebanyak tiga kali dia berkunjung ke rumah keluarga Ukon, untuk terus mengupdate terus informasi keberadaan Arga.
“Kalau ada yang mengatakan desa melakukan pembiaran itu tidak benar. Mata dan telinga kami terus dipasang untuk memantau perkembangan ananda Arga. Dengan bantuan ini, atas nama pemerintah desa, kami ucapkan banyak terimakasih,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












