JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi melalui Puskesmas Sekarwangi, terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi kasus demam berdarah dengue (DBD) dan Chikungunya.
Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan monitoring kasus serta dengan melakukan fogging atau pengasapan di wilayah rawan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus itu.
“Hari ini, kita melakukan fogging khususnya di Perumahan Bukit Randu Asri dan wilayah RT. 1, 4, 5, 6 dan 7 RW. 22 Kelurahan Cibadak. Di lokasi tersebut memang sudah ada laporan terkait penyakit Chikungunya,” ujar Kepala Puskesmas Sekarwangi, Dini Desti Susanti melalui Anggota Tim Tracer Puskesmas Sekarwangi, Denih Prakarsa Putra kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (12/01/2022).
Tujuan fogging sendiri, lanjut pria yang menjabat Pendamping Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI ini menjelaskan, dapat meminimalisir kasus DBD dan Chikungunya.
“Ya, kami juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa bekerja sama dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus setiap minggu,” jelas Denih.
Masih kata dia, selain itu, masyarakat juga perlu secara rutin melakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB), larvasidasi di wilayah masing-masing dengan pelaksanaan fogging fokus pada wilayah yang ditemukan kasus DBD.
“Kami berharap kekompakan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan terus ditingkatkan. Jadi, perlu dukungan dan kontribusi dari masyarakat itu sendiri,” imbuh Denih, yang juga sebagai Ketua RT. 04/22 Perumahan Bukit Randu Asri ini.
Redaktur: Ujang Herlan












