Penuhi Panggilan Polres Sukabumi soal Kisruh Dualisme, Ketua Kadin Jabar: Hanya Ada Satu Kadin

Selasa, 4 Januari 2022 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Cucu Sutara, memenuhi panggilan Polres Sukabumi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik atau penghinaan. Cucu dilaporkan setelah berkomentar terkait dualisme kepengurusan Kadin Kabupaten Sukabumi.

Laporan polisi dilayangkan Kubu Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi yang diketuai Tresna Wijaya. Ia menuding Cucu sudah melakukan pencemaran nama baik dengan statmentnya soal pelantikan Ketua Kadin Kabupaten Sukabumi, Eman Sulaeman, akhir November 2021.

“Hari senin kemarin tanggal 3 Januari jam 11.30 WIB Ketua Kadin Jabar memenuhi panggilan polisi dan saya dampingi. Yang pertama pak cucu tidak kenal dengan pelapor, Pak Tresna Wijaya. Yang kedua bahwa memang betul Pak Cucu pernah berstatment seperti itu, seperti apa yang dilaporkan di beberapa media online perihal hanya ada satu kadin tidak ada dua kadin, dan itu dibenarkan oleh Pak Cucu,” kata A A Brata Soedirdja, pengurus Kadin Kabupaten Sukabumi sekaligus kuasa hukum Kadin kepada wartawan, Selasa (4/1/2022).

Tanggapan tersebut menurut Brata sebetulnya mengadaptasi atau mengutip paraturan perundang-undangan pasal 4 UUD RI nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Dalam pasal itu berbunyi dengan undang undang ini ditetapkan adanya satu kamar dagang dan industri.

“Jadi ditetapkan adanya satu kamar dagang jadi tidak ada dua kamar dagang apalagi tiga kamar dagang atau empat kamar dagang yang ada hanya satu dan tidak ada kadin lain,” ucapnya.

Pada saat di ruang tindak pidana tertentu (Tipiter), Ketua Kadin Jabar, dicecar belasan pertanyaan oleh polisi. Brata mengatakan Cucu juga ditanya dasar dari penyataannya.

“Kurang lebih sekitar 17-18 pertanyaan,” jelasnya.

Setelah memenuhi panggilan, Ketua kadin Jabar tidak mencabut statmentnya yang pernah dilontarkan ke beberapa awak media. Dirinya yakin tidak ada yang salah dengan komentar atau statment tersebut, sudah sesuai aturan.

“Setengah 12 diperiksa sampai jam 3 selesai. Sebetulnya kita meminta kepada penyidik untuk bisa menghadirkan pelapor untuk dipertemukan supaya pelapor lebih tahu memahami perihal statment Pak Cucu tentang adanya satu Kadin, tidak ada dua Kadin,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Warga Simpenan Cium Bau Menyengat, Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Pria Asal Jakarta Tergulung Ombak Pantai Karangnaya Ditemukan dalam Kondisi Meninggal
Korupsi APBDes Setengah Miliar, Perangkat Desa Ciheulangtonggoh Cibadak Dibui
Gas Melon Diolah Jadi LPG 12 dan 50 Kg, Pelaku Raup Cuan Hingga Rp1,5 Miliar
Usai Nonton Konser HUT RI, Dua Pemuda Dibacok di Jalan Kiaradua Sukabumi, Satu Koma
Polisi Ciduk Dua Pelaku Oplos Gas 3 Kg di Sukabumi, Dijual Lagi Jadi LPG 12 dan 50 Kg
Mandi di Pantai Karangnaya, Pemuda Asal Jakarta Hilang Digulung Ombak
Belasan Penyelam Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Palabuhanratu

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Warga Simpenan Cium Bau Menyengat, Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pria Asal Jakarta Tergulung Ombak Pantai Karangnaya Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Gas Melon Diolah Jadi LPG 12 dan 50 Kg, Pelaku Raup Cuan Hingga Rp1,5 Miliar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Usai Nonton Konser HUT RI, Dua Pemuda Dibacok di Jalan Kiaradua Sukabumi, Satu Koma

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Polisi Ciduk Dua Pelaku Oplos Gas 3 Kg di Sukabumi, Dijual Lagi Jadi LPG 12 dan 50 Kg

Berita Terbaru

Gerbang Desa

Momen Kemerdekaan ke-81, Warga Tangkil Gotong Royong Bangun SAB

Rabu, 19 Agu 2026 - 00:24 WIB