JURNALSUKABUMI.COM – Bagi komunitas penggemar motor vespa di Jampangtengah nama Edi Sutisna (39) dan Wandi (39), sudah tidak asing lagi di telinga. Di samping aktif dalam kegiatan komunitas tersebut, mereka juga dikenal dua sahabat yang memiliki hubungan yang sangat erat. Bahkan sedemikan dekatnya, ada yang menyebut, Edi dan Wandi seperti saudara kandung. Padahal, jelas-jelas mereka terlahir dari rahim yang berbeda.
“Kami sudah bersama-sama sejak umur tujuh tahun. Baik senang maupun susah kami rasakan dan tanggung bersama. Pokoknya, kalau ada Edi pasti ada Wandi di sana,” kata Edi, kepada jurnalsukabumi.com, (25/12/21).
Dalam perjalanan hidup mereka, ternyata Wandi dan Edi Sutisna memiliki hobi yang sama yaitu bergabung dengan komunitas vesva terbesar di Jampangtengah. Kesamaan inilah yang membuat mereka saling topang dan saling dukung satu sama lain. Termasuk menggalang bantuan sosial bagi warga tidak mampu.
“Organisasi pencinta motor vespa, ingin selalu dekat dengan warga, khususnya warga tidak mampu. Kami membentuk organisasi ini, bukan hanya gagah-gagahan dan mencari popularitas semata. Tapi ingin berkontribusi juga dalam bidang sosial kemasyarakatan,” ujar Wandi.
Memulai masuk sekolah kata Edi, sekitar 1989. Kala itu, usia mereka sama-sama menginjak umur tujuh tahun. Dua sahabat yang memliki keahlian berbeda itu, mengawali belajar bersama di SDN Pasirangin dan SMPN 1 Jampangtengah. Gayung bersambut, hubungan keduanya berlanjut hingga mereka masing-masing memiliki dunianya sendiri-sendiri.
Selama ini, Edi dikenal sebagai pengusaha bidang perbengkelan yang sukses. Sedangkan Wandi yang biasa disapa Bahbir, seorang pengusaha mebeler yang karirnya cemerlang. Mereka di usianya yang tergolong millenial saat ini, sudah menunjukkan talenta yang cukup kompeten di bidangnya.
Redaktur: Usep Mulyana












