Heri Gunawan: Hari Ibu Merupakan Penghormatan Terhadap Perjuangan Kaum Ibu

Rabu, 22 Desember 2021 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSULABUMI.COM – Tanggal 22 Desember merupakan momen istimewa yang diperingati sebagai Hari Ibu. Hari Ibu bagi bangsa Indonesia tidak hanya untuk menghormati kasih sayang seorang ibu. Lebih dari itu, Hari Ibu juga untuk memperingati perjuangan gerakan perempuan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI DPR-RI menyatakan penghargaan setinggi-tingginya terhadap perjuangan kaum Ibu. Ibu bagi bangsa Indonesia tidak hanya mengurus rumah tangga, mendampingi suami serta membesarkan anak-anak. Namun, para Ibu telah membuktikkan perjuangannya dalam merebut, menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

“Saya kira perjuangan para ibu di Indonesia tiada taranya. Para ibu mengemban dua tugas sekaligus. Pertama, mengurus rumah tangga, suami serta anak-anak. Kedua, para ibu merupakan para pahlawan yang sudah berjasa memajukan bangsa,” kata Heri Gunawan yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra kepada awak media pada Rabu (22/12/2021).

Politisi yang biasa disapa Hergun melanjutkan, secara historis sejarah Hari Ibu diawali dengan penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta.

Kongres tersebut dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.

Setelah itu pada tahun 1938, Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

“Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember 1928 kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia dan kemudian ditetapkan sebagai Peringatan Hari Ibu,” ujar Hergun.

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR-RI itu melanjutkan, atas sumbangsih kaum ibu itulah kemudian Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional.

“Sudah sepatutnya pengorbanan dan perjuangan seorang ibu mendapatkan penghargaan yang paling tinggi. Ibu telah berjasa melahirkan dan membesarkan kita semua. Tanpa pengorbanan dan kasih sayang ibu, kita semua tentu akan sulit menjalani kehidupan,” lanjut Hergun.

Politisi dari Dapil Jawa Barar IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) menegaskan, penghormatan terhadap seorang ibu merupakan anjuran agama.

“Keutamaan berbakti pada ibu juga terlihat dari bagaimana Islam mengutamakan kedudukan ibu. Salah satu hadis menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurksn untuk berbakti kepada ibu dengan menyebutkan ibu sampai tiga kali. kemudian baru ayah,” kata Hergun.

“Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda bahwasannya surga di bawah telapak kaki ibu,” lanjut Hergun.

Kapoksi Fraksi Gerindra di Komisi XI DPR-RI itu menegaskan, ibu merupakan sumber kesuksesan. Sudah tidak terhitung kisah kesuksesan seseorang berkat doa dari ibunya. Namun doa ibu yang tersakiti juga sangat manjur. Sebagaimana kisah malin kundang yang dikutuk ibunya menjadi batu.

Karena itu, peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan perjuangan kaum perempuan, baik dalam perjuangannya merebut dan mengisi kemerdekaan, maupun sebagai seorang ibu yang senantiasa melimpahkan kasih sayangnya kepada keluarga.

Perjuangan para ibu perlu diwarisi untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, serta untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, tentram dan sejahtera.

“Ibu telah memberikan segala-galanya. Pengorbanannya tiada tara. Sebagai anak yang berbakti hendaknya menyayangi ibu sepanjang masa, tidak hanya setahun sekali saja saat momentum hari ibu. Karena itu, Peringatan Hari Ibu hendaknya dapat meneguhkan komitmen dan konsistensi untuk selalu meningkatkan kasih sayang kepada ibu,” pungkas Hergun.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan
Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2
Hergun: Narasi Inkonstitusional Saiful Mujani Ancam Fondasi Demokrasi dan Konstitusi
Hergun Soroti Dilema WFH dan “Rapor Merah” Sengketa Lahan yang Hambat Investasi di Tangerang
GMNI Sukabumi Desak Pemerintah Bongkar Dalang Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis
Viral Video Pesan Wanita Iran untuk AS-Israel, Hergun: Suara Perempuan Adalah Alarm Perdamaian
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Silaturahmi Bersama Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate
Hergun Sebut Pertemuan Prabowo-Megawati di Istana Merdeka Jadi Simbol Estetika Politik 

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:18 WIB

Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Rabu, 15 April 2026 - 10:14 WIB

Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2

Kamis, 9 April 2026 - 07:30 WIB

Hergun: Narasi Inkonstitusional Saiful Mujani Ancam Fondasi Demokrasi dan Konstitusi

Selasa, 7 April 2026 - 17:07 WIB

Hergun Soroti Dilema WFH dan “Rapor Merah” Sengketa Lahan yang Hambat Investasi di Tangerang

Rabu, 1 April 2026 - 13:25 WIB

GMNI Sukabumi Desak Pemerintah Bongkar Dalang Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777