JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 47 orang karyawan outsourcing yang diistirahatkan PT ISS Indonesia yang juga bertugas sebagai cleaning service di PT Aqua Golden Missisippi (AGM) menuntut untuk menjadi karyawan tetap di PT AGM. Mereka menggelar aksi di depan pintu masuk perusahaan tersebut, Selasa (9/11/2021).
Tuntutan dilayangkan oleh 47 orang karyawan setelah PT ISS Indonesia sebagai pemenang tender untuk pelayanan kebersihan di PT AGM pada tahun 2017 lalu, hingga saat ini dianggap tidak bisa menjamin kesejahteraan karyawannya.
Menurut Angga Rahmat, karyawan dari perusahaan tersebut, dirinya bersama 46 karyawan lain sudah bertugas selama kurang lebih 15 tahun. Namun tidak pernah diangkat menjadi karyawan tetap di PT AGM.
“Saya bersama 47 karyawan lain rata-rata sudah 15 tahun bekerja sebagai cleaning service di Aqua, tapi tidak pernah ada rencana pengangkatan sebagai karyawan tetap,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com.
Angga menambahkan, pihaknya sudah membawa persoalan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Bandung. Pihaknya sedang menunggu putusan dari PHI.
“Kita akan tunggu putusannya seperti apa, kita semua berharap bisa diangkat menjadi karyawan di PT AGM bukan di PT ISS Indonesia karena sudah 15 tahun mengabdi disana,” jelasnya.
Sementara itu, Sugeng Ono, Operasional Head PT ISS Indonesia untuk PT AGM membenarkan jika 47 orang tersebut adalah pekerjanya.
“Ya benar mereka itu semua para pekerja dari PT ISS Indonesia, jadi tututan mereka itu seharusnya bukan ke PT AGM tapi ke perusahaan kita,” ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan jika PT ISS Indonesia sudah menawarkan untuk pengangkatan karyawan namun 47 orang tersebut menolak.
“Kita sebetulnya sudah menawarkan pengangkatan karyawan tapi bukan di PT AGM, karena ranahnya memang berbeda, mereka itu dibawah kita jadi yang bertanggung jawab itu ya kita PT ISS Indonesia,” tandasnya.
Untuk diketahui dimulai dari tahun 2017 PT.ISS Indonesia adalah perusahaan ketiga pemenang tender untuk pelayanan kebersihan di PT AGM setelah sebelumnya menggantikan PT Buana Elok Sentosa (BES) dan PT PSM.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mohammad Noor












