JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) melakukan unjukrasa dengan cara berjoged di depan Balaikota Sukabumi Jalan R. Syamsudin SH, Jumat (05/11/2021).
Belasan mahasiswa tersebut memilih demonstrasi berbeda pada umumnya. Mereka, memilih berpakain celana pendek dan keatasan kaos. Bahkan, ditambah sarung yang diselempangkan ke punggung untuk laki-laki. Sedangkan bagi perempuan, sebagian memakai baju tidur hingga ada yang memakai kedok lalu bernyanyi.
“Rasa sayang nge rasa sayang-sayang nge, ketuk bapak pakai bata ketuk palu pakai baja Hei Bapak Wali Kota kerjanya ngapain aja,” sorak sorai dalam orasi yang diirinti lagu sambil berjoged.
Ketua PB Himasi Kota Sukabumi, Danial Fhadilah mengatakan, aksi unjukrasa ini merupakan kritikan, meskipun tadi meminta jawaban dari Wali Kota Achmad Fahmi tidak sama sekali ditanggapi.
“Kami dalam menggelar aksi tersebut mempertanyakan sertifikat laik fungsi pasar pelita yang bulan lalu sempat adanya penyerahan kunci. Intinya dalam pembangunan pasar pelita ini masih menyisakan persoalan, baik dari sertifikat laik fungsi, harga kios yang tidak merata dan pembangunannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin menambahkan, bahwa saat ini pihaknya menjalankan kegiatan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya terhadap pemerintah Kota Sukabumi. Dalam aksi unjukrasa ini berlangsung aman dan tertib. Ia mengucapkan terima kasih kepada adik-adik PB Himasi partisipasinya untuk bersama-sama menjalankan keamanan serta ketertiban kondusifitas di Kota Sukabumi.
“Yang pasti Polres Sukabumi Kota dalam kegiatan-kegiatan seperti ini akan melakukan hal dengan pengamana yang serupa dengan memperhatikan protap yang ada serta SOP dan juga memgedepankan sikap humanis,” singkat Kapolres Sukabumi Kota.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan






