JURNALSUKABUMI.COM – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menegaskan, penanganan bencana longsor di Kampung Cisolempat RT 12/4, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, membutuhkan kolaborasi antar lintas sektor untuk memetakan wilayah yang terdampak bencana. Bencana longsor, diduga dipicu karena hujan lebat.
“Dalam menangani bencana seperti ini, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pemetaan dan pelaksanaannya seperti apa di lapangan” kata Ade Suryaman saat meninjau lokasi bencana, Senin (1/11/21).
Dia menerima laporan terjadinya musibah tersebut, Rabu (27/10/21). langsung direspon oleh Pemkab Sukabumi antara lain dengan melakukan evakuasi dan memberikan bantuan sembako kepada tiga orang warga terdampak. Bantuan lainnya dalam bentuk terpal yang di minta warga untuk mengantisipasi masuknya air hujan ke dalam bangunan yang sudah roboh.
Berdasarkan informasi yang diterima jurnalsukabumi.com di lokasi bencana, rumah warga yang terdampak longsor teridentifikasi milik keluarga Dedi (3 jiwa ), Saepuloh (4 jiwa) dan Ramdon (3 jiwa). Sementara tiga rumah lainnya yang berstatus terancam yakni milik keluarga Dedi Suryadi (2 jiwa), Dudi (6 jiwa) dan Dasep (4 jiwa).
Salah seorang korban, Dedi (60) berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki rumahnya yang porak poranda diterjang longsor. Karena dia tidak bisa terus menerus tinggal di tempat pengungsian sementara.
“Kejadian ini membuat bangunan rumah mengalami kerusakan serta alat alat rumah tangga yang terbawa longsor, membuat hidup.saya tidak tenang dan takutkan bangunan roboh. Nilai kerugian yang saya alami akibat bencana ini cukup besar,” ujarnya.
Redaktur: Usep Mulyana






