JURNALSULABUMI.COM – Tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk menangani korban keracunan makanan (Kermak) masih terus bekerja keras menyelamatkan pasien.
Sebanyak 32 orang yang diduga mengalami keracunan makanan di Bantargadung, masih dirawat secara intensif di Pustu setempat.
Kejadian tersebut bermula saat warga yang mengikuti acara haol tiba-tiba merasa mual, pusing, muntah dan diare usai menyantap makanan yang disuguhkan oleh tuan rumah. Hal itu disampaikan petugas surveilans, Heri Hermawan kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (15/10/21).
Penyebab keracunan massal kata dia, diduga berasal dari makanan yang yang disajikan dalam jamuan makanan pada acara haol, Kamis (14/10/21) malam.
“Menu makanan yang disajikan ada nasi putih, lauknya mie bumbu cabe, bihun goreng dan ayam bumbu kecap. Untuk makanan penutupnya ada bolu pisang, bolu meses, kue kering, tape ketan ditambah air mineral,” jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, jamah yang ikut serta dalam acara haol seluruhnya berjumlah sekitar 50 orang. Sementara yang dirawat sebelumnya berjumlah 36 orang menjadi 32 orang.
Berdasarkan data dari otoritas kesehatan setempat, puluhan korban keracunan makanan, paling banyak warga Kampung Bantargadung yakni 28 orang, warga Cikepuh 4 orang, warga Lembutengah 3 orang dan warga Cipicung 1 orang. Usia rata- rata korban berumur 13 sampai dengan 68 tahun. Jika diklasifikasikan korban laki-laki 25 orang dan perempuan 11 orang.
Redaktur: Usep Mulyana






