JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika Marwan mengutuk keras pelaku pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Curugkembar belum lama ini.
Yani yang juga Istri orang nomor 1 di Kabupaten Sukabumi ini menegaskan, salah satu antisipasi kejadian serupa. Dirinya bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) kembali menggeber Program Kumpul Keluarga (Kapulaga).
“Nah, program Kapulaga ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk menghindari dan meningkatan kualitas dalam keluarga agar bisa lebih ditingkatkan,” singkatnya.
Sehingga kata dia, langkah preventif akan hal negatif di sebuah keluarga pun akan benar-benar terawasi. “Salah satunya, dalam program Kapulaga tersebut yakni pengawasan orang tua terhadap anak,” tandasnya.
Sementara itu Sekdis DP3A Kabupaten Sukabumi, dr Titin Malikatun Andadari menuturukan, anak itu harus dilindungi tetapi kasus kekerasan itu sering terjadi oleh orang terdekat.
“Jadi harus kita waspadai secara bersama-sama dan memberikan sosialisaai kepada masyarakat bahwa kejadian ini bisa saja terjadi kepada siapapun tentang kekerasan seksual dan tidak hanya pencabulan kekerasan orang tua kepada anak atau siapapun yang melakukan kekerasan terhadap anak,” ucapnya.
Masih kata dia, untuk melindungi dan mencegah anak dari kasus kekerasan di antaranya harus melibatkan semua lini sektor. Bukan hanya tanggungjawab pemerintah atau pun dinas saja, melainkan peran bersama.
“Kitta dorong pula dengan sosialisasi lalu dari sisi ketahanan keluarga, keagamaan, pendidikan, sosial agar supaya keluarganya menjadi tangguh dalam artian kuat dalam berbagai hal,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan












