Oleh: Gita Desvita Eka Putri, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia SMK IT Aljunaediyah)
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar pada beberapa aspek kehidupan manusia, salah satu yang terdampak tentunya adalah dunia pendidikan. Sejak pandemi Covid-19 dimulai, sekitar 45,21 juta siswa dari semua jenjang di Indonesia harus belajar dari rumah yang lebih dikenal dengan belajar daring.
Peralihan proses pembelajaran dari sekolah ke rumah tentunya memiliki dampak yang luar biasa bagi banyak pihak, di antaranya bagi orang tua, murid, dan guru tentunya. Perubahan sistem belajar yang terjadi secara tiba-tiba memengaruhi pola belajar konvensional yang sudah bertahun lamanya digunakan dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Jika kita menilik pada beragam dampak negatif dari pandemi covid-19, sebenarnya terselip dampak positif bagi perkembangan pendidikan, yaitu tuntutan bagi guru untuk mampu memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang sekarang ini. Guru dituntut untuk mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk mengatasi learning loss pada awal-awal pandemi terjadi.
Pada awal pandemi, berbagai pihak masih melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Namun seiring berjalannya waktu, cukup banyak solusi yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan proses belajar dari rumah.
Salah satunya yaitu pemanfaatan LMS (Learning Management System). SMK IT Al Junaediyah memanfaatkan LMS sekolahan.id untuk proses pembelajaran. Pada aplikasi sekolahan.id banyak fitur yang bisa dimanfaatkan, baik oleh guru dan juga murid untuk memaksimalkan pembelajaran daring.
Selain LMS dari sekolahan.id, pemanfaatan Google Workspace for Education yang sangat beragam juga dapat digunakan untuk membantu guru dan peserta didik untuk memaksimalkan proses pembelajaran.
Selain itu, cukup banyak juga aplikasi baik yang berbasis online maupun offline untuk membuat beragam perangkat pembelajaran yang akan digunakan oleh guru untuk mengajar. Guru bisa membuat beragam media pembelajaran seperti video pembelajaran dan salinida, bahan ajar, LKPD, instrumen evaluasi dan yang lainnya.
Ternyata pandemi covid-19 membangun kesadaran bagi banyak guru, bukan hanya di SMK IT Al Junaediyah, tapi juga di Indonesia. Bahwa, teknologi memiliki banyak sekali manfaat untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif meskipun siswa harus belajar dari rumah. (*).











