Wali Murid Histeris, Satgas Covid Bubarkan Samenan Madrasah di Palabuhanratu

Rabu, 16 Juni 2021 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pembubaran acara samenan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Miftahul Amal di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi disambut histeris oleh wali murid, Rabu (16/6/2021). Mereka terkejut para petugas tiba-tiba datang dan menghentikan acara.

Salah seorang wali murid bahkan naik ke panggung dan mengambil pengeras suara. Ia menyampaikan kekesalannya atas tindakan petugas terhadap acara madrasah yang berlokasi di Kampung Jayanti RT 04/04, Desa Jayanti itu.

“Wali murid meminta kebijaksanaan biar anak-anak bisa tampil. Anak-anak sudah belajar untuk tampil di sini,” kata wali murid bernama Dewi itu.

Aksi tersebut disambut tangis beberapa murid. “Apa negara ini tidak merasa iba,” tutur Dewi.

Petugas Satpol PP dan Kepolisian datang dan meminta panitia menghentikan acara samenan. Kegiatan yang belum setengah jalan itu pun terhenti.

“Saya sebagai wali murid sampai sakit hati, saya lihat anak-anak pada nangis takutnya anak-anak suatu saat anak dikecewakan dalam belajar. Saya sebagai wali murid merasa kecewa. Saya memberanikan diri, enggak ada yang nyuruh atau apa, saya melihat anak saya sampai nangis,” kata Dewi kepada wartawan.

Menurutnya, kenaikan kelas adalah agenta setahun sekali untuk menyemangati anak anak yang sudah belajar selama beberapa tahun. Dirinya pun meminta kebijakan kepada petugas agar acara sekolah yang berlangsung sejak pagi itu tetap dilanjutkan walaupun hanya sampai siang hari.

“Seharusnya pemerintah ada kebijaksaanan minimal sampai dzuhur. Atau sebelum anak-anak tampil, sebenarnya ini surat edaran kan baru kemarin dikeluarkannya, kasihan anak-anak sudah mempersiapkan itu selama satu bulan untuk tampil di panggung ini,” cetusnya.

Setahu Dewi, ada beberapa sekolah lain yang melaksanakan acara serupa bahkan hingga dua hari dua malam namun tidak berujung pembubaran.

“Padahal beberapa sekolah lain Diniyah atas pada melaksamakan sampai dua hari dua malam tidak terjadi apa-apa,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas penanganan COVID-19 kecamatan sekaligus Camat Palabuhanratu, Ahmad Samsul Bahri, membenarkan adanya pembubaran acara tersebut. Menurut Ahmad, surat edaran dari Kepala Satgas Kabupaten Sukabumi sebelumnya sudah tersosialisasikan dengan baik.

“Saya melaksanakan aturan Kepala Satgas Kabupaten mengenai larangan kegiatan yang bisa berpotensi terhadap kerumunan dimana dalam poin 1 sudah dinyatakan jelas, hajatan, samenan atau kenakan kelas yang jelas ada kumpulan orang atau murid-murid jelas dilarang sesuai edaran bupati,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Niat Mancing, Pria Ini Dibuat Heboh Temukan Mayat Mengambang di Sungai Munjul Ciambar
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Sering Terjadi Kecelakaan, Tikungan Kebun Teh Cigaru Kembali Renggut Korban Jiwa
Gudang Sarpras RSUD Sekarwangi Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pantulan Sinar Matahari pada Pecahan Kaca
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Kantor Desa Balekambang Nyaris Hangus Terbakar, Perangkat Desa Sigap Padamkan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:21 WIB

Niat Mancing, Pria Ini Dibuat Heboh Temukan Mayat Mengambang di Sungai Munjul Ciambar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:45 WIB

Gudang Sarpras RSUD Sekarwangi Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pantulan Sinar Matahari pada Pecahan Kaca

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Berita Terbaru