Hari Buku Sedunia di Tengah Pandemi, Begini Kata Diarpus Kabupaten Sukabumi

Jumat, 23 April 2021 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Peringatan Hari buku sedunia atau World Book Day yang jatuh pada tanggal 23 April tahun ini berbeda dengan sebelumnya dimana penggiat buku tidak bisa memperingatinya secara Street Library atau perpustakaan jalanan. Hal itu dikarenakan masih dalam kondisi pandemi.

Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Diarpus) Kabupaten Sukabumi, Eman Sulaeman, mengatakan di masa pandemi ini masyarakat dihadapkan dengan kebijakan yang mengharuskan mengurangi aktivitas diluar rumah. Sehingga, hampir seluruh perpustakaan sampai kotak literasi yang terpampang di tempat keramaian sementara ini ditutup.

“Layanan perpustakaan seperti Kotak literasi cerdas sementara waktu ditutup. Kebijakan pandemi ini dilaksanakan tidak hanya Kolecer saja namun seluruh perpustakaan yang berada di kabupaten Sukabumi,” ujarnya Eman Sulaeman kepada jurnalsukabumi.com, Jum’at (23/04/21).

Walaupun setiap perpustakaan ditutup, sambung dia, penggemar buku masih bisa membacanya di rumah. Karena pelayan peminjaman tetap berjalan secara online dengan cara mengunjungi di situs opac.sukabumikab.go.id. Nantinya petugas yang akan mencarikan buku dan langsung dipinjamkan ke calon peminjam dengan tidak membaca di tempat.

“UNESCO menetapkan Hari Buku Sedunia pada 23 April 1995 sebagai penghormatan terhadap beberapa penulis dunia seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega yang meninggal pada 23 April,” terangnya.

Menurut Eman, membaca buku menjadi aktivitas bermanfaat yang dapat dilakukan untuk membunuh kebosanan, memperluas wawasan, sekaligus merangsang pikiran dan kreativitas. Membaca buku juga diyakini menjadi indikator paling berpengaruh terhadap kesuksesan seorang anak di masa depan.

“Harus diketahui bagi semua, bila sudah dapat merasakan kenikmatan membaca, maka kegiatan tersebut bisa menjadi hiburan tersendiri di tengah berbagai pembatasan aktivitas di luar rumah,” tuturnya.

Seperti Kotak literasi cerdas (Kolecer), yang disimpan di alun alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sementara ini ditutup sampai waktu yang belum di tentukan.

“Koleksi yang berada di kolecer hanya bisa baca ditempat dan tidak dibawa untuk dipinjamkan makanya tempat itu di gembok,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak
32 Pelajar Terbaik Sukabumi Mulai Digembleng, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Guru Ngaji Terduga Pelaku Pencabulan Ditangkap di Banten, Pelarian AC Berakhir di Cibeber
Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:12 WIB

32 Pelajar Terbaik Sukabumi Mulai Digembleng, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Guru Ngaji Terduga Pelaku Pencabulan Ditangkap di Banten, Pelarian AC Berakhir di Cibeber

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Berita Terbaru