JURNALSUKABUMI.COM – Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Anggi Fauzi mengharapkan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi kembali pada Khitohnya sebagai organisasi tempat pemuda untuk berhimpun dan berkumpulnya para pemuda.
Pasalnya, jika melihat fenomen saat ini seperti kehilangan marwah dan tidak mencerminkan spirit pemuda yang dikenal sebagai kelompok produktif yang mempunyai ciri khas yakni ide dan gagasanya yang progresif dan revolusioner untuk perubahan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Terlebih kata dia, momentum Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kota Sukabumi bakal dihelat dalam waktu dekat ini. Dan hal tersebut tentu menjadi awal bersama dalam menentukan nasib KNPI itu sendiri ke depannya.
“Tiga pemuda ramai jadi perbincangan bakal merebutkan kursi KNPI Kota Sukabumi. Pemuda yang diusung dari Organisasi Kepemudaan (OKP) tentu merupakan pemuda terbaik yang ditawarkan dan didambakan untuk mampu membawa perubahan ke depan dan berlomba-lomba untuk saling menunjukan kecakapannya dalam memimpin ide konsep serta gagasan,” ujar Anggi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (08/04/2021).
Lanjut dia, DPC GMNI Sukabumi berkeyakinan para kompetitor yang akan bertarung nanti mampu menuangkan ide dan gagasanya untuk kemajuan pemuda di Indonesia khususnya di Kota Sukabumi.
Sebab, perlu mereka sadarai ke depan peran pemuda sangat berperan penting untuk menentukan posisi bangsa ini. Terlebih akan lebih sulit jika pemuda tidak mampu menjawab tantangan zaman.
“Kita ketahui hari ini sudah masuk pada era digitalisasi dimana semua aktifitas akan bergeser ke teknologi dan juga bangsa Indonesia akan memasuki era bonus demogragi dimana usia produktif yaitu pemuda akan lebih banyak dari pada kelompok yang tidak produktif,” bebernya.
Masih kata Anggi, tua atapun muda tentunya ini akan menjadi tantangan buta bagi pemuda ke depan, belum lagi akan masuk pada era your goverment pemerintahan pemuda.
Hal ini merupakan tantangan bagi pemuda yang harus mampu dilalui. Oleh karena itu, KNPI perlu kembali pada khitohnya untuk menyongsong agenda revolusi pemuda yang akan dihadapi.
“Perlu diingat, awal mula berdirinya KNPI ini diprakarsai oleh kelompok Cipayung yang mana pada saat itu pemuda yang terhimpun di organisasi kemahasiswaan sepakat untuk membuat wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya pemuda. Harapan awal KNPI ini berdiri bisa menjadi laboratorium pemuda yang mampu menghasilkan pemuda progresif dan revolusioner tentunya akan menghasilkan ide-ide, konsep dan gagasan untuk kemajuan NKRI dan bangsa yang kita cintai ini, ulasnya.
Tak hanya itu lanjut Anggi, sebagai pemuda harus mempertanyakan dimana posisi KNPI hari ini, perlu ada sikap yang jelas apakah akan mengakomodir kepentingan pemuda atau hanya kepentingan pemerintah.
Kini, sudah seharusnya KNPI bisa menjadi penyambung lidah pemuda serta KNPI jangan sampai hanya dijadikan sebagai alat politik semata oleh segelintir oknum yang ingin berkuasa dan mendompleng populritas semata untuk individu.
“Dalam menyambut Musda KNPI Kota Sukabumi, kritik kita saat ini belum melihat corak keberpihakannya terhadap pemuda, melihat dari visi dan misi yang di tawarkan kita belum melihat ke arah bagimana strategi untuk menyambut agenda besar ini,” cetusnya.
Karena sudah sangat jelas, revolusi pemuda yakni agenda era bonus demografi, era digitalisasi dan your goverment.
“Nah, dari ketiga nama yang sudah mencuat di Musda KNPI belum ada yang menyinggung tiga agenda besar itu. Besar harapan kita dalam perhelatan politik KNPI untuk mampu menghasilkan ide, konsep yang visioner demi kemajuan pemuda yang akan datang,” tandasnya.
Reporter: Azis R | Redaktur: Ujang Herlan












