Berita Pemberhentian Pelaporan Apdesi Marak, PWI: Belum Terima Pemberitahuan Resmi

Rabu, 24 Februari 2021 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM –  Pemberitaan mengenai penghentian sementara kasus video viral yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sukabumi akhir-akhir ini kian marak. Namun, hal itu dipastikan tidak mempengaruhi keputusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi yang saat ini masih melaporkan kasus tersebut ke Polres Sukabumi.

Seksi Advokasi PWI Kabupaten Sukabumi, Fitra Yudi mempersilakan media menulis apa mereka temukan di lapangan. Faktanya sampai saat ini PWI belum menerima pemberitahuan itu secara resmi dari penyidik.

“Kami sangat heran, berita begitu gencar memberitakan penghentian kasus ini, sedangkan kami selaku pelapor belum menerima hasil gelar perkara kemarin,” ujar Fitra Yudi.

Yudi menegaskan, bahwa media yang tergabung di PWI belum sekalipun memberitakan berita tersebut dikarenakan belum mempunyai data tentang penghentian sementara kasus yang sedang dilaporkan organisasinya.

Sementara itu kuasa hukum PWI Kabupaten Sukabumi, Muhammad Saleh Arif mengakui pihaknya sudah menanyakan hasil gelar perkara tersebut ke penyidik. Pihak Polres Sukabumi mengatakan hari ini, Rabu (24/02/2021) akan mengirimnya kabar dikarenakan berkasnya masih ada di pimpinan.

Pada saat gelar perkara dilaksanakan, PWI dan kuasa hukum tidak menghadirinya. Undangan yang diberikan penyidik diterima H-1 dari pelaksanaan kegiatan. Di saat bersamaan seluruh jajaran pengurus PWI sedang sibuk mempersiapkan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang jatuh pada tanggal 09 Februari setiap tahunnya.

Disinggung mengenai rumor keterangan ahli bahasa yang menyatakan bahwa dalam video tersebut tidak ada unsur pidana, pengacara ramah senyum ini mengatakan langkah pertama akan meminta audensi kepada Kapolres atau pihak penyidik, apa alasan mereka sehingga tidak terpenuhinya unsur dugaan pidana dalam pengaduan ini. Setelah ada jawaban itu maka dia akan menyusun langkah selanjutnya.

“Sebenarnya PWI harus beraudensi dengan Kapolres untuk mengetahui dari hasil gelar perkara, apa motif Kepala Desa (Kades) Ojang dan kawan-kawan membuat video itu? Lalu siapa yang membuat naskah kalimat dalam video tersebut? Sudahkah polisi memanggilnya untuk menanyakan itu?” ujar Saleh Arif mengakhiri wawancara lewat sambungan telepon.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Polres Sukabumi terkait kekininian penanganan kasus tersebut.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB

Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Berita Terbaru