Ribuan Hektare Sawah Diserang Hama Keong, DKP3: Ini Solusi Bagi Petani

Rabu, 16 Desember 2020 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Sukabumi menyebut rata-rata lahan sawah yang berada di Kota Sukabumi diserang hama keong yang bisa berpotensi mengurangi hasil panen para petani.

Kepala Dinas DKP3 Kota Sukabumi, Andri, mengatakan sekitar 1356 hektare sawah yang berada di Kota Sukabumi kerap diserang oleh hama keong terlebih dalam musim hujan ini.

“Banyak ditemukan hampir di setiap sawah yang berada di Kota Sukabumi diserang hama keong itu,” kata dia kepada wartawan, Rabu (16/12/20).

Dampak dari hama tersebut lanjut Andri, mengganggu hasil panen para petani. Misalnya dari lahan 1 hektare para petani bisa memanen sampai dengan satu ton lebih dengan adanya hama itu hasilnya bisa berkurang.

“Hampir 100% para petani di Kota Sukabumi merasakan dampak keong itu. Jadi serat tanaman padi itu dimakan oleh telur keong sehingga pertumbuhan padi jadi terganggu dan menjadi mati,” imbuhnya.

Lebih jauh dia dengan banyaknya laporan terkait hama tersebut pihaknya pun tidak ingin duduk manis saja, seperti hal nya DKP3 melakukan penyuluhan di Kelompok Tani Kaboja Dua Kelurahan Lembursitu yang saat ini sedang menggarap sawah seluas 10 hektare.

“Untuk menimalisir dampak dari hama itu tadi kita melakukan kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan atau hama yang selalu menyerang tanaman. Kalo di Kota Sukabumi rata-rata itu tadi, keong. Jadi kita memberikan penyuluhan kepada kelompok Kaboja Dua Kelurahan Lembursitu,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu lanjut Andri masyarakat diberikan penyuluhan tentang bagaimana cara menangani hama keong yang bisa bermanfaat bagi tumbuhan dan masyarkat sekitar.

“Seperti telur keong kalo dikumpulkan dan dijemur itu bisa jadi pupuk lagi untuk sawah. Sementara untuk pembasmian hama keongnya masyarakat tinggal menyimpan pepaya muda dalam karung di area sawah, sehingga nantinya keong berkumpul dan bisa diambil untuk pakan ternak seperti bebek,” tandasnya.

Reporter: Rizky Mftah II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:12 WIB

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak

Berita Terbaru