Bruk! Mushola Depan Polsek Kebonpedes Ambruk

Jumat, 6 November 2020 - 15:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah bangunan Mushola yang berada di Jalan Sasagaran, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, tepatnya berhadapan langsung dengan Polsek Kebonpedes tiba-tiba ambruk, warga mengira ada gempa bumi.

Sesuai informasi yang didapat, peristiwa itu terjadi pada Jum’at (06/11/20). Detik – detik robohnya mushola itu pun beredar cepat di aplikasi perpesanan Whatshap grup Sukabumi.

Dalam video yang berdurasi 01.49 menit itu memperlihatkan, sebuah bangunan mushola yang sudah rata dengan tanah, warga sekitar yang mengetahui kejadian itupun langsung menghamipiri bangunan yang didominasi oleh tembok itu.

“Masjid yang di depan Polsek Kebonpedes dikira tadi ada gempa, ternyata mushola roboh, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, sebelumnya tadi ada suara gemuruh dikira gempa selang 5 menit kemudian langsung roboh, syukur saja tidak ada orang di dalam mesjid biasanya Pak Agus suka ada di mesjid, kaya gempa barusan,” kata seseorang dalam video itu.

Saat dikompirmasi, Camat Kecamatan Kebonpedes Ali Iskandar, membenarkan terkait kejadian itu, ia menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB Jum’at (06/11/20).

“Iya betul tadi kejadian nya sebelum Jum’atan, warga dan Kepolisian Polsek Kebon Pedes saat ini sedang mengevakuasi bangunan itu dan mengamankan barang yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Lanjut dia, robohnya mushola itu diduga akibat kontruksi bangunan, beton penahan bangunan itu tidak kuat menahan beban. Pasalnya, bangunan tersebut dibuat mengapung karena posisinya berada diatas tebing.

“Udah lama pembangunannya karena ada donatur dari orang Timur Tengah, emang banguanan itu dibuat terapung agar sejajajr dengan jalan raya, dan diduga beton penopang bangunan itu tidak kuat menahan beban sehingga ambruk. Salahstunya faktor usia juga,” imbuhnya.

Ia menambahkan, mushola yang berukuran yang diketahui berukuran 6×6 meter persegi itu setiap hari digunakan untuk beribadah hingga pengajian anak – anak, namun beruntung pada saat kejadian sedang tidak ada aktivitas sehingga atas kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.

“Beruntung tidak ada korban jiwa hanya saja seluruh barang barang, tertimpa bangunan,” pungkasnya.

Reporter : Rizky Miftah|| Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Berita Terbaru