JURNALSUKABUMI.COM – Memasuki musim hujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan tujuh kecamatan diwilayah rawan terjadi bencana longsor. Kamis (15/10/20).
Kepala BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani mengatakan, dari tujuh kecamatan tersebut lanjut, terdapat sebanyak 33 titik rawan terjadi longsor, 18 titik diantaranya masuk dalam kategori tinggi, delapan lainnya sedang dan 10 titik rendah.
“Resiko rawan longsor tersebut dengan kategori sedang itu paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Gunungpuyuh Lembusitu, Citamiang, sedangkan sisanya tersebar dibeberapa kecamatan lain,” ujarnya kepada wartawan.
Lanjut dia, untuk titik rawan longsor dengan resiko sedang berada di Kecamatan Warudoyong, Gedongpanjang. Dari dua kecamatan tersebut terdapat beberapa kulurahan yang memiliki kerawanan sedang hingga rendah.
Sedangkan untuk Kecamatan yang rawan terjadi longsor dengan resiko tinggi itu berada di Kecamatan Cikole berada di Kelurahan Cisarua, Subangjaya, Selabatu dan Cikole.
Selain itu, Kecamatan Gunung Puyuh, juga menjadi wilayah tinggi terjadi bencana longsor salahsatunya berada di Keluraha Gunung Puyuh, Sriiwidari, Karang Tengah dan Karamat.
“Sisanya tersebar dibeberapa Kecamatam lain yang berada di Kota Sukabumi,” singkatnya.
Lanjut dia, adanya potensi longsor dibeberapa wilayah tersebut karena, dipengaruhi beberapa faktor, seperti peralihan dari musim kemarau ke hujan. Namun, untuk mengurangi resiko bencana ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dibeberapa titik wilayah di Kota Sukabumi.
“BPBD Kota Sukabumi, terus melakuka. sosialisasi kepada warga untuk mengurangi resiko dari bencana ini, termasuk di lokasi resiko tinggi terjadi bencana longsor,” tutupnya.
Reporter : Rizky Miftah || Redaktur : FK Robbi






