Aktivitas Petani Lumpuh, Puluhan Hektare Sawah Rusak Terendam Banjir

Senin, 28 September 2020 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Akibat meluapnya aliran sungai di bawah Kaki Gunung Salak membuat tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi terkena dampak banjir bandang. Banjir bandang tersebut bukan hanya merusak ratusan rumah, akan tetapi lahan pertanian juga ikut terendam serta melumpuhkan aktivitas warga.

Dari penelusuran jurnalsukabumi.com, Senin (28/09/2020), pesawahan di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug yang siap panen dalam 2 minggu ke depan turut gagal panen. Sebab, areal itu tertutup bongkahan batu dan pasir yang terbawa akibat banjir bandang yang cukup besar, Senin (21/09/2020) lalu.

“Tak hanya rumah dan jembatan saja yang terkena dampak, tetapi puluhan hektare sawah yang berada di Desa Cisaat hancur tersapu derasnya air yang mengalir dari Hulu Cipari Girang,” Kata Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron Kepada Jurnalsukabumi.com.

Disebutkan Nanak, pacsa terjadinya banjir tersebut 110 kepala keluarga yang terdampak mengeluh. Soalnya aktivitasnya lumpuh, karena pertanian itu merupakan mata pencaharian sehari- hari warga sekitar.

“Saat ini yang paling dibutuhkan untuk memperbaiki lahan persawahan ialah paralon ukuran 1, 1/2 inci 200 batang, peralon ukuran 2 inci 20 batang, dan bronjong 200 pics,” jelasnya.

Menurut Nanak, tidak hanya permukiman dan pertanian saja, banyak pula fasilitas umum seperti 2 jembatan penghubung antar kampung hancur terbawa hanyut beserta mushola.

“Sementara untuk aktivitas warga kita bikin jembatan sementara menggunakan bambu, dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter. Yang terdampak banjir ada empat titik, antara lain Hulu Cipari Girang, Legok Picung, Cipari, dan Cisaat,” tutup Nanak.

Reporter: CR1 | Redaktur: E Sulaeman

Berita Terkait

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru