JURNALSUKABUMI.COM – Capaian Pengembangan Indeks Desa Membangun (IDM) di Provinsi Jawa Barat dari tahun ke tahun selalu meningkat, kondisi ini dibuktikan dengan adanya lonjakan yang signifikan. Hal ini sebagaimana didedikasikan untuk memperkuat pencapaian sasaran pembangunan prioritas sebagaimana tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPIMD) Provinsi Jawa Barat 2018-2023.
“Meningkatnya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yakni sebanyak 270 Desa Mandiri pada tahun 2020,sebelumnya hunya 98 Desa pada tahun 2019,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono, kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut Bambang, Indeks Desa Membangun (IDM) meletakkan prakarsa dan kuatnya kapasitas masyarakat sebagai basis utama dalam proses kemajuan dan keberdayaan Desa, yaitu meliputi aspekketahanan sosial, ekonomi dan ekologi. Sehingga indeks ini difokuskan pada upaya penguatan otonomi Desa melalui pemberdayaan masyarakat.
“Indeks Desa Membangun atau IDM bertujuan untuk memotret perkembangan kemandirian desa dan mengarahkan ketepatan intervensi kebijakan yang tepat dari pemerintah dalam korelasi pembangunan desa, sesuai dengan karakteristik/tipologi wilayah desa, partisipasi masyarakat dan modal sosial lainnya,” jelasnya.
Indeks Desa Membangun (IDM) yang dibentuk berdasarkan 3 (tiga) indeks komposit. yaitu Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan
“Ekologi Lingkungan (KL) merupakan dimensi dan kekuatan yang saling mengisi, menjuga serta memperkuat gerak proses dalam pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mensejahterakan kehidupan desa,” tandasnya.
Dalam mencapai target sasaran pembangunan Desa di Jawa Barat dilakukan melalui Program Gerakan Membangun Desa (CGerbang Desa) yang merupakan sebuah gerakan untuk mewujudkan Desa Mandiri yang mampu membangun dan memberdayakan masyarakat Desa dengan mengoptimalkan seluruh potensi Desa, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sarana prasarana Desa melalui kolaborasi dan inovasi.
“Gerbang Desa merupakan prioritas untuk menjawab berbagai isu kualitas nilai kehidupan, daya
saing sumber daya manusia, kemiskinan, pengangguran, masalah-masalah sosial. pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan, produktivitas serta daya saing ckonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.
“Guna mewujudkan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa), Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah meluncurkan berbagi program unggulan diantaranya Satu Desa Satu BUMDes, One Village One Conpany (OVOC), Desa Digital, Chief Executive Officer BUMDes (CEO-BUMDes), Kampung Caang, Sapa Warga, Infrastruktur Perdesaan dan Mobil Aspirasi Kampung Juara (MASKARA) se-Jawa Barat kepada Desa yang mampu berprestasi dalam menaikan status strata Desa dalam Indeks Desa Membangun,” pungkasnya.
Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi






