Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Karanghawu Diperluas

Kamis, 3 September 2020 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Suhendra (44), seorang nelayan yang hilang di perairan pantai Karang Hawu. Pada hari kedua, pencarian ini  melibatkan kurang lebih 30 personel tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Polair Polres Sukabumi, BPBD, Koramil Cisolok, HNSI, Polsek Cisolok, Balawista, Pramuka Peduli, SAR Khatulistiwa, IEA Sukabumi, keluarga korban, dan warga sekitar. 

“Berdasarkan informasi dari tim yang ada di lapangan cuaca pagi tadi cukup baik dan semoga bisa bertahan sehingga tim bisa memaksimalkan upaya pencarian kemudian korban bisa segera kita temukan,” ungkap Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SMC (SAR Mission Coordinator). 

Hendra menegaskan bahwa pencarian pada Kamis (03/09/2020) ini sudah dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, dengan membagi area pencarian menjadi dua search resque unit (SRU). Di mana SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan Perahu Jukung 01 dengan luas area pencarian mencapai 8 Nm² di sekitar lokasi kejadian.

SRU kedua melakukan penyisiran secara visual melalui jalur darat dari lokasi kejadian hingga sejauh 4 KM. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan unsur yang ada di lapangan termasuk Balawista, nelayan hingga warga yang ada di pesisir pantai untuk memberikan informasi apabila ada tanda-tanda dari korban.” tambah Hendra. 

Sebelumnya diketahui nelayan Cisolok bernama Suhendra (44) sedang mencari benur pada Selasa (02/9/2020) pukul 01.00 WIB dengan menggunakan Perahu Anugrah 01 di sekitar Perairan Karang Hawu. Namun tiba-tiba satu jam kemudian sudah tidak terlihat lagi dan perahunya terdampar di pesisir Pantai Cipawenang, tidak jauh dari Kantor Koramil Cisolok. 

Perahu korban diketahui dalam keadaan rusak dan sang nelayan tidak kunjung ditemukan di atas perahunya kemudian hingga kini masih dilakukan pencarian.  

Reporter: Ruslan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49 WIB

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Berita Terbaru