JURNALSUKABUMI.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) didesak memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri. Desakan pemanggilan menyusul maraknya gambar “big bos” ASN/PNS di berbagai alat peraga kampanye (APK) dan belakangan viralnya di media sosial terkait penyerahan surat keputusan atau rekomendasi untuk calon kepala daerah yang akan diusung Partai Golkar pada Pilkada Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Dodi Suhendar menegaskan, Bawaslu sepatutnya memanggil Iyos yang saat ini statusnya masih ASN dan menjabat sebagai Sekretaris Daerah untuk dimintai keterangan atau klarifikasi atas bayaknya APK yang terpasang dengan memakai foto dirinya sebagai alat kontak/alat sosialisasi kepada masyarakat.
“Kalau Iyos mau seperti itu, seharusnya dia secara gentle man mundur dulu dari ASN agar tidak mengganggu kinerjanya sebagai Sekda yang sangat penting perannya sebagai mobilisator pemerintahan daerah. Sehingga konsentrasi kinerjanya tidak terpecah antara urusan kepemerintahan dengan Pilkada,” tegasnya.
Apalagi, sambung Dodi, belum lama ini tersiar kabar dan viral di medsos, Iyos Somantri ikut menghadiri acara penyerahan surat keputusan atau rekomendasi untuk Calon Kepala Daerah yang akan diusung oleh Partai Golkar dalam Pilkada 2020.
“Kapasitas dia kan masih ASN. Apa urgensinya dia ikut menghadiri rapat tersebut, bukannya melaksanakan tugasnya sebagai ASN yang nota bene sebagai abdi masyarakat. Semestinya dia memberi contoh yang baik bagi aparatur di bawahnya, menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.
Sebelumnya, Iyos mengaku tidak tahu saat ditanya marak gambarnya yang disandingkan dengan petahana, Bupati Marwan Hamami. “Saya juga enggak tahu itu siapa (yang pasang, red),” kata Iyos.
Iyos mengaku sudah menyuruh orang untuk mencari siapa yang memasang spanduk. Namun hingga saat ini, Iyos belum mengetahuinya. “Nyuruh-nyuruh nyari siapa yang masangnya. Enggak tahu saya,” tambahnya.
Kendati demikian, Iyos tampak santai menanggapi hal itu. Ia pun menyarankan wartawan untuk melihat spanduk, dan mencari tahu siapa yang memasang.
“Dilihat aja di situ (di spanduk,red), biasanya suka ada kan. Tanya aja mereka, kenapa dibuat,” tegas Iyos.
Ditanya soal rencana pencalonan di Pilkada Sukabumi, Iyos menanggapi dengan santai. “Lihat situasi saja,” tukas Iyos.
Reporter: Herwanto | Redaktur: FK Robbi












