ASN Eselon III dan Masyarakat Pengidap Penyakit Telesemia Jalani Rapid Test

Selasa, 2 Juni 2020 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III Pemerintah Kota Sukabumi, dan masyarakat pengidap penyakit Telasemia menjalani rapid test corona di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi pada Selasa (02/06/2020).

Juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, mengatakan sedikitnya ada sekitar 117 ASN Kota Sukabumi dan 40 orang pengidap penyakit talasemia yang menjalani rapid test pada hari ini.

“Hari ini Dinkes Kota Sukabumi melaksanakan rapid test untuk kebutuhan scrining, ada 2 golongan masyarakat yang kami scirining yang pertama adalah dari masyarakat talasemia dan ASN Kota Sukabumi,” kata Wahyu kepada Jurnalsukabumi.com

Lanjut Wahyu, test yang di lakukan kepada ASN tersebut dilakakukan menyusul akan di berlakukan nya new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di wilayah Kota Sukabumi. Sehingga untuk memastikan para ASN dalam keadaan sehat pada saat melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Karena kita sudah menjalankan new normal (AKB) Maka seluruh pelayanan publik yang berhubungan dengan masyarakat, kita mulai dari para pejabat eselon III untuk di lakukan pemeriksaan rapid test di Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu Wahyu menjelaskan, untuk masyarakat yang mengidap penyakit talasemia, mereka menjadi orang yang rentan terpapar penyebaran Covid-19. Sebab, obat penyakit yang mereka idap selalu berhubungan dengan darah dan rumah sakit.

“Seperti kita ketahui kan orang yang mengalami penyakit talasemia selalu berhubungan dengan penyakit darah selalu kontak dengan rumah sakit setiap bulan untuk di tranfusi darah. Makanya, kita scrining takutnya mereka ada yang positif karena akan lebih berat, sehingga cepat di tangani jumlah,”jelas Wahyu,

Ia menuturkam untuk alat rapid test sendiri, di pasilitasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi. Pasalnya alat rapid test yang merupakan bantuan dari Pemerintah Jawa Barat untuk Kota Sukabumi sudah habis.

“Alat rapid ini merupakan dari APBD kota kalo dari bantuan Provinsi sudah habis, kalo di kita hanya sesuai kebutuhan saja. Kalo selama ini kita sudah menyediakan 4000 rapid test,” tuturnya.

Wahyu menambahkan, hasil dari tes tersebut akan segera disampaikan kepada masing-masing peserta pemeriksaan. Gugus Tugas akan membantu menindaklanjuti warga yang tebukti reaktif pada rapid test tersebut.

“Nanti jika hasilnya positif maka akan di lakukan tindakan swab kalo negatif kita tidak akan lakukan apa – apa, Hasilnya sendiri, baru kita ketahui paling lambat besok, karena kita kan menggunakan flasma jadi tidak menggunakan darah tepi sehingga membutuhkan waktu lama,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu
Kades di Ciemas Berada di Satresnarkoba, Kapolres: Masih Dalam Penyelidikan
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Berita Terbaru