JURNALSUKABUMI.COM- Awal tahun 1952, seorang tokoh pendidikan di seputar Karadenan Desa Cimahi, Alm Mamad mendirikan tempat menimba ilmu keagamaan, dinamai Al- Mursyid fokus mengelola pendidikan keagamaan Madrasah Diniyah(MD). Namun, usai sang pendiri wafat, akhirnya pewaris estapet perjuangan pendidikan yakni putra Alm Mamad meracik konsep baru.
“Sekitar tahun 1996, putranya berdasarkan hasil musyawarah melakukan perombakan mulai dari nama, semula Al -Mursyid diganti menjadi Yayasan Nurul Huda Karadenan,” tutur Jihad,kepala SMP Islam Nurul Huda, kepada jurnalsukabumi.com.
Soal riwayat pendiri hingga tenaga pengajar pada yayasan ini, semua memiliki rekam jejak unggulan.
“Guru-guru, pendiri, termasuk pewarisnya. Semua alumni dari ponpes Sunanul Huda, Almasthuriyah, Assalafiyah dan Sirojul
Athfal,” terang Jihad.
“Dengan kesabaran, ketabahan, kebersahajaan, keistiqomahan, keuletan dan kejujuran.Yayasan ini terus berkembang,” sambungnya.
Jihad, mengaku adahal penting pasca sepeninggal sang pendiri yayasan. Sosok Alm Mamad dan mendiang istrinya Entim selalu dikenangnya,l.
“Pesan alm, kembangkan terus agama lewat lembaga bersama sama keluarga dan masyarakat, dengan tetap berpegang pada Ahlussunnah waljamaah. Sesuai para guru dan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Lebih jauh, Jihad menyebut yayasan terus berkembang. berawal dengan membentuk unit pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal.
“Mulai SMP Islam Nurul Huda,Taman Kanak-kanak, Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD), taman Pendidikan Al Qur,an. Serta Pondok Pesantren, SMK dan LPK juga ada,” terang Jihad.
Yayasan Nurul Huda,berdiri kokoh diatas lahan seluas 4500M2, merupakan wakap dari Mangun Surono. Awalnya hanya memiliki tiga ruang kelas dan masjid, namun berkat keuletan pengelola kini tersedia 21 ruangan, baik ruang belajar hingga asrama termasuk sarana olahraga lengkap.
Fakta lain, soal keberadaan yayasan ini dikatakan Jihad, Kepala SMP Islam Nurul Huda, pihaknya menyediakan segudang strategi menciptakan anak didiknya unggul dan berdayaguna.
“Sarana dan prasana penunjang lengkap,kegiatan eskul siswa semua ada mulai Pramuka, Paskibra, Engli Club, Klinik Qur,ani,” katanya.
Seabreug prestasi membanjiri, mulai lomba pendidikan formal maupun non formal.
“Banyak prestasi yang diraih, untuk tingkat SMP misalnya juara I lokapala, Juara II Jeram Putra Wil Sukabumi Bogor di SMA PGRI Cibadak. Serta Juara Ke II Lomba NGLS tingkat Provinsi Jawa Barat di SMU Negeri Cibadak untuk SMK,” pukas Jihad.
Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi











