JURNALSIKABUMI.COM – Sejak pandemi coronavirus atau Covid-29, sebagian besar perajin kayu ( Mebel ) di Kecamatan Gunugguruh, Kabupaten Sukabumi, mengalami penurunan omset yang cukup drastis.
Salah satu pemilik atau perajin kayu di Kampung Gunungguruh, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Santi Susanti (38) mengaku, sudah menjalami usahanya sejak Tahun 2014. Sebelum adanya pandemi omsetnya perbulan bisa mencapai Rp 50 Juta.
“Namun, setelah adanya corona pesenan menjadi berkurang bahkan bisa dibilang tidak ada. Produksi otamatis kehilangan sekitar 90% karna yang 10% ada beberapa pesanan via per orang.” kata Santi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (6/5/20).
Pandemi ini sambung Santi, dampaknya sangat terasa. Terlebih, di industri kecil semacam ini, dan sampai saat ini tidak ada produksi, karyawan pun dirumahkan.
“Kami tidak punya pekerjaan lagi, karyawan di rumahkan kalau pun kami maksa buat produksi, mau dibuang kemana barangnya toko langganan kami pun sudah lama lockdown dan tidak buka sama sekali.” keluhnya.
Santi mengaku, mengalami penurunan omset hanya dirinya saja. Hal serupa juga di alami rekan-rekannya yang sama bergerak dibidang pengolahan kayu atau mebel.
“Semuanya hampir 100% mengalami hal serupa. Ada pun yang berusaha produksi dan kirim barang pasti banyak kendala.” ujarnya.
Lanjut Santi, contohnya, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan itu juga sangat berpengaruh. Karena, tidak sedikit kendaraan dan barang nya di puter balik.
“Ya, semoga semuanya cepat berlalu dan kembali seperti semula, perekonomian kembali normal dan lancar,” pungkasnya.
Reporter: Ruslan AG
Redaktur: FK Robbi






