Pembuatan Administrasi Kependudukan di UPTD Disdukcapil Wilayah III Cicurug Menurun?

Rabu, 29 April 2020 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pembuatan administrasi kependudukan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Disdukcapil Wilayah III Cicurug, Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan akibat adanya penyebaran wabah Covid-19.

Kepala UPTD Disdukcapil Wilayah III Cicurug, Sobari mengatakan, bahwa pembuatan administrasi kependudukan di wilayahnya turun drastis hingga diangka 50 %. Ia merincikan, jika biasanya kalau normal pembuatan e-KTP mencapai 100 biji per hari, kini hanya 50 saja. Selain itu, pembuatan akte kelahiran biasnya 30 lembar kini menjadi 15 lembar saja.

“Termasuk, pembuat Kartu Keluarga (KK) perhari biasa 60 lembar, sekarang jadi 30 lembar,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (29/04/20).

Sobari menjelaskan, pembuatan administrasi kependudukan baik itu e-KTP, Akte kelahiran dan Kartu Keluarga tidak dipungut biaya sepeserpun, asal masyarakat langsung membuat sendiri tanpa adanya perantara.

“Semuanya gratis, kecuali yang membuat akte kelahiran usianya diatas 18 tahun kena denda sebesar Rp 25 ribu karena ada Perdanya. Kita sudah sediakan pelayanan didepan sesuai keperluannya masing-masing,” paparnya.

Lanjut dia, untuk saat ini pemohon administrasi kependudukan diwajibkan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak minimal satu meter ketika menunggu ditempat pelayanan.

Selain itu, pihaknya melakukan pengecekan suhu tubuh dan mewajibkan cuci tangan terlebih dahulu kepada warga sebelum membuat administrasi kependudukan.

“Yang datang kesini kita wajibkan pakai masker, cek suhu tubuh dan mewajibkan cuci tangan, bahkan kalau mereka tidak punya masker kita berikan, tujuannya supaya masyarakat terhindar dari wabah tersebut,” tandasnya.

Reporter: Herwanto
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut
Bertaruh Nyawa di Laut, GISLI Bangun Kesadaran Keselamatan Nelayan Sukabumi
Hari Pertama Masuk Sekolah, Dapur MBG di Sukabumi Kembali Beroperasi Penuh Siapkan Menu Bergizi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:46 WIB

Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:36 WIB

Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607

Berita Terbaru