Islamofobia di Tengah Corona

Kamis, 23 April 2020 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Mulyati 

Mahasiswi dan Member AMK

Seperti ungkapan ”memancing di air yang keruh”, dengan kembalinya kelompok Islamofobia yang menyudutkan Islam di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Mereka dengan tegas memanfaatkan isu covid-19 ini, dimana umat Islam  sebagai bulan-bulanan mereka.

Seperti  kasus yang menimpa Jamaah Tablig di India, setelah menggelar acara dan sekitar 20.000 orang terjangkiti virus terpaksa harus di karantina. Kasus ini menjadi peluang bagi para pembenci Islam dan rupanya membangkitkan semangat mereka untuk melakukan perundungan kepada kaum muslimin. 

Mereka menyebutkan bahwa kaum musliminlah yang berusaha menyebarkan Covid-19 untuk membunuh orang-orang kafir. Parahnya mereka menggunakan #CoronaJihad yang menjadi trending topik di jagat media sosial, diantaranya Twitter dan Facebook.

Inggris dan Indialah yang mula-mula menyebarkan berita ini. Di India sendiri, sebelumnya telah terjadi tragedi muslim berdarah yang menewaskan 50 orang muslim India.Seperti yang dilansir Kumparan.com
Di beritakan The Guardian, kelompk supremasi kulit putih menggunakan media sosial untuk memfitnah warga muslim.

Di Facebook dan Twitter, mereka menyebar foto dan meme shalat berjamaah di masjid Inggris untuk menunjukkan bahwa warga muslim melanggar Physcal Distancing dan semakin menyebar corona. Salah satu video disebarkan oleh Tommy Robinson, pendiri kelompok Radikal  Liga Pertahanan Inggris (EDL), dengan klaim adanya ” masjid rahasia” di Birmugham. Video itu telah disaksikan 10 ribu kali di Twitter.

Namun, klaim itu di bantah oleh kepolisian Inggris dan Lembaga Advokasi anti hoaks. Tell Mama. Mereka mengatakan Video dan foto itu sudah lama, jauh sebelum wabah virus corona dan dikeluarkannya larangan keluar rumah di Inggris. (12/04/2020, Kumparan.com).

Sungguh pernyataan yang mengiris hati, mereka para pembenci Islam selalu menebar berbagai rumor dan hoaks di tengah covid-19 ini. Begitu lancangnya menuduh tanpa bukti sebagai kelompok yang menyebarkan virus. 
Dalam masyarakat sekularistik ini, isu-isu yang beredar seperti ini bukanlah hal yang dianggap tabu dan asing. Pasalnya, sedari awal penerapan aturan kehidupan dengan agama telah mereka pisahkan. Menjadikan kaum muslimiin sebgai bulan-bulanan mereka. Asas pijakan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia, dengan menghilangkan rasa empati atas musibah yang terjadi.

Bermacam cara mereka lakukan, termasuk penyebaran foto, meme dan video orang shalat berjamaah sebagai umpan dan ternyata tidak terbukti kebenarannya. Tidak hanya Inggris. Tak-tik  yang sama digunakan kelompk radikal kulit putih di Amerika Serikat. Diberitakan Huffington Post, kelompok supremasi kulit putih AS mengembuskan rumor bahwa Lockdown di kota-kota AS akan dicabut menjelang Ramadhan, agar muslim bisa beribadah di masjid. Padahal, kata mereka, gereja-gereja saja di tutup saat Paskah.

Di India juga demikian, kelompok Hindu sayap kanan radikal menjadikan muslim sebagai kambing hitam penyebaran virus corona . Terutama karena salah satu klasier penyebaran corona terjadi di markas Jamaah Tablig  yang melanggar aturan berkumpul. Meme, foto, dan video soal muslim India semakin memicu Islamofobia di negara yang baru saja terjadi konflik agama yang menewaskan 50 orang itu. 
Salah satu video memperlihatkan pria yang disebut muslim meludah ke polisi, di tuduh sengaja menyebar corona. Belakangan  terbukti video-video itu tidak ada hubungannya dengan corona, beberapa video ternyata direkam sejak lama. (12/04/2020, Kumparan.com)

Video-video yang disebarkan rupanya turut mewarnai perundungan dan mengarah kepada Islamofobia. Tagar yang dipakai diantaranya #CoronaJihad (seperti yang telah disebutkan diawal), #BioJihad, atau #MuslimMeaningTerrorist yang mewarnai jagat Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya. Hal ini menimbulkan reaksi Equality Lab yang meluncurkan #StopCOVIDIslamophobia sebagai tagar tandingan untuk melawan Islamofobia di tengah wabah.

Sejatinya sekelompok ekstrimis yang menaruh kebencian terhadap Islam, akan semakin tumbuh subur di dunia sekularistik ini. Tindakan yang tidak manusiawi disaat yang sama seluruh dunia sedang melawan ganasnya virus ini. Islamofobia adalah penyakit akut masyarakat sekuler yang mengkampanyekan anti diskriminasi dan kesetaraan. Faktanya, selalu muncul kasus-kasus Islamofobia yang dilakukan oleh kelompok yang terorganisir bahkan menjadi bahan kampanye para politisi.

Tuduhan yang sangat keji ini, nampaknya  telah terbantahkan sedari awal. Pada faktanya, umat Islam yang pertama kali menutup masjid-masjid guna mematuhi protokol dan menutup sementara akses shalat jumat yang biasa dilakukan dikala kondisi aman. Penutupan ini sengaja dilakukan dalam upaya  memutus rantai penyebaran virus. Tanpa adanya perintah khusus dari negara. Sangatlah tidak masuk akal, jika penyebaran virus ini sengaja dilakukan oleh kaum muslimin untuk membunuh orang-orang kafir tanpa adanya alasan yang jelas.

Mustahil dilakukan mengingat, dalam Islam nyawa manusia begitu dijaga, ia boleh dibunuh dengan alasan yang jelas. Sebagaimana firman Allah Swt: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan d muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. Maka, seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS.Al-Maidah [5]: 32).

Ayat ini menegaskan bahwa, Islam dan kaum muslimin melarang keras membunuh seseorang tanpa dasar yang jelas, baik dengan cara membunuhnya secara langsung ataupun melalui penyebaran virus yang mematikan. Kelompok Islamofobia akan selalu ada manakala sebuah negara abai dalam memberantas ide-ide berserta kelompoknya. Virus Islamofobia yang sudah lama menjangkiti masyarakat sekulaistik akan terus beraksi, jika negara di tengah negeri-negeri kaum muslimin masih bercokol pemikiran sekularisme yang menjadi pijakannya.

Terbukti negara yang seperti ini menumbuh suburkan kelompok ekstrimis radikalis. Hanya ada satu jalan yang mesti ditempuh agar Islam dan Kaum muslimin tidak dijadikan objek perundungan yakni diterapkannya sistem kehidupan yang memiliki asas Islam secara Kaffah dalam melaksanakan aturan kehidupan.

Wallahu a’lam  bishawab

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam