​Potret Suram Perempuan dalam Pendidikan

Senin, 13 April 2020 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Oleh :Sri Mulyati  (Mahasiswi dan Member Akademik Menulis Kreatif)

Berbicara tentang perempuan, apa yang terlintas di benak kita. Sosok perempuan  lembut dan penuh kasih sayang dalam mendidik dan mencintai anak-anak atau sosok perempuan yang dianggap hebat. Serta sosok perempuan yang mampu berkarir diluar rumah dengan segudang prestasinya dengan menjalani peran ganda,sebagai ibu serta sebagai ayah pencari nafkah karena menjalani hidup sebagai single parent. Itulah perempuan dengan berbagai perannya. 

Bagaimana soal perempuan dalam pendidikan. Mari kita melihat fakta sejarah bangsa Indonsesia.  Sejarah telah mencatat bagaimana pendidikan untuk perempuan  diperjuangkan sejak lama di Indonesia. Salah satu tokoh yang memperjuangkan pendidikan perempuan adalah Raden Ajeng Kartini yang dikenal gigih dalam memperjuangkan hal tersebut . Namun, dalam kenyataannya, pendidikan untuk wanita belum merata di Indonesia karena kuatnya tradisi, banyak perempuan yang tidak dapat mengenyam pendidikan tinggi .

Faktor ekonomi dan pariarki seolah menjadi hal yang tidak dapat dielakkan oleh kaum perempuan, padahal, menurut Psikolog Pendidikan Reky Martha, pendidikan perempuan menyejahterakan hidupnya. Dengan Pendidikan yang tinggi, perempuan dapat memberikan ilmu bagi dirinya dan orang sekitar. Perempuan juga dapat menaikkan derajat hidupnya, “Angan-angan untuk sekolah itu masih banyak yang ragu, mereka masih takut,” Ujarnya. (10/03/2017, CnnIndonesia).

Beginilah potret suram pendidikan di Indonesia  begitu mengiris hati. Pendidikan  seharusnya dirasakan oleh seluruh warga Indonesia termasuk di dalamnya perempuan tidaklah seindah bunyi pembukaan UUD 1946 “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Salah satu poin yang perlu digaris bawahi melihat fakta yang ada saat ini. Faktor ekonomi yang menjadi permasalahn utama dalam pendidikan perempuan. Mereka memilih memikul tanggung jawab nafkah untuk menyambung kehidupan. Situasi yang mengharuskan mereka memutus rantai cita-cita yang tinggi dalam untuk mengenyam pendidikan sama seperti oranglain. Keinginan mereka hanyalah angan-angan dan mimpi terindah. Terlepas, beberapa diantara mereka yang tinggal didaerah pedalaman.

Sulitnya akses dan sarana prasarana demi terselenggarannya pendidikan menjadi salah satu permasalahan yang sangat krusial laju pendidikan pun kian terhambat. Daerah Magelang, Bima, dan Yogyakarta daerah yang masih tertinggal dalam pendidikan. Tidak sedikit diantara mereka memilih untuk menikah demi berlangsungnya kehidupan karena alasan ekonomi. Walau pernikahan bukanlah permasalahan yang utama. Hal demikian terjadi di Negara kita.

Lantas, Bagaimana potret perempuan di dunia?

Dilansir  SatuHarapan.com. Meskipun terdapat kemajuan dalam pendidikan selama 25 tahun terakhir, kekerasan terhadap wanita dan anak perempuan masih terjadi di banyak wilayah di seluruh dunia, menurut sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (4/3) dari UNICEF, Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women), dan Plan International.

Laporan yang dirilis jelang sesi ke-64 Komisi Status Perempuan pekan depan itu memaparkan jumlah anak perempuan yang putus sekolah turun 79 juta orang dalam dua dekade terakhir, dan dalam satu dekade terakhir anak perempuan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melanjutkan ke sekolah menengah dibanding anak laki-laki.Mereka masih lebih tidak beruntung di tingkat sekolah dasar, dengan 5,5 juta lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki yang putus sekolah di seluruh dunia, menurut laporan tersebut.

Kemajuan global dalam mengurangi jumlah anak putus sekolah di tingkat dasar mengalami stagnasi, baik untuk anak perempuan maupun laki-laki sejak tahun 2007.Saat ini terdapat sekitar 1,1 miliar anak perempuan di dunia, papar laporan setebal 40 halaman berjudul “Era Baru untuk Anak Perempuan, Merangkum Kemajuan 25 Tahun” itu.

Pada 1995, dunia mengadopsi Beijing Declaration and Platform for Action, agenda kebijakan paling komprehensif untuk kesetaraan gender, dengan visi mengakhiri diskriminasi terhadap wanita dan anak perempuan, kata laporan itu.

Namun, 25 tahun kemudian, diskriminasi dan stereotip yang membatasi masih lazim ditemukan.Harapan hidup anak perempuan semakin tinggi dengan bertambah delapan tahun, namun bagi banyak orang, kualitas kehidupannya masih jauh dari harapan, papar laporan itu.Pada 2016, 70 persen korban perdagangan orang yang terdeteksi secara global adalah wanita dan anak perempuan, sebagian besar untuk tujuan eksploitasi seksual. Selain itu, 1 dari setiap 20 anak perempuan berusia 15-19 tahun, atau sekitar 13 juta anak perempuan, mengalami pemerkosaan dalam kehidupan mereka, salah satu bentuk pelecehan seksual paling kejam yang dapat dialami wanita dan anak perempuan, papar laporan itu.  (05/03/2020, SatuHarapan.com)

Beginilah potret perempuan di dunia yang beresiko tinggi putus sekolah berada di angka yang begitu fantastis hingga saat ini. Selain itu yang mengerikan 70% perempuan dijual seperti halnya barang komoditi, eksploitasi besar-besaran dan dijadikan objek dalam memuaskan nafsu para laki-laki hidung belang. Dunia mengadopsi Beijing Declaration and Platform for Action  kebijakan kesetaraan Gender yang mereka canangkan selama 25 tahun ini tidak terbukti menyelesaikan permasalahan perempuan dan Pendidikan.

Deklarasi Beijing ini dengan memasukan kurikulum kesetaraan gender pada instansi pendidikan yang mengarahkan pendidikan perempuan hanya untuk menopang ekonomi negara. Artinya, perempuan sama-sama dieksploitasi dengan kedok menopang ekonomi. Keluar fitrah perempuan yang seharusnya mendidik dan mengayomi anak-anak di rumah. Ide kesetaraan gender telah membabi buta menghilangkan fitrah ini. Bukan berarti di dalam Islam perempuan tidak boleh bekerja diluar rumah. Hukumnya mubah. Akan tetapi, hasil pendidikan yang tinggi tidak sepantasnya di orientasikan untuk melayani para kepentingan kapitalis.

Di tengah  berkuasanya rezim sekuler, ide Kesetaraan gender yang mereka gaungkan mengharuskan negeri muslim mengiyakan ide mereka. Namun, pada kenyataannya ide Kesetaraan gender tidak menuntaskan masalah ekonomi dan kekerasan yang kerap dilakukan. 
Hanya solusi Islam yang hakiki yang mampu menyelesaikan masalah perempuan dalam pendidikan. Pada prinsipnya kewajiban mencari ilmu bagi laki-laki dan perempuan sama.  Tapi tidak dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Perempuan memiliki peran penting dalam mendidik generasi, mempersiapkan putra-putrinya dalam menyongsong peradaban yang gemilang. 

Dalam melaksanakan seluruh komponen pendidikan dengan kurikulum Islam dibutuhkan adanya negara yang  dalam pelaksanaannya sesuai dengan aturan sang pencipta bernama khilafah. Tidak perlu  ide kesetaraan gender. Karena Islam telah memuliakan perempuan sesuai dengan fitrahnya.

Wallahu a´lam bishawab

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam