Kesal Air Tak Kunjung Normal, Emak-Emak ‘Ontrog’ PDAM Cabang Kalapanunggal

Kamis, 2 April 2020 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah Emak-emak pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, mendatangi langsung kantor cabang, belum lama ini.

Kedatangan mereka (pelanggan,red) asal Cirangkong tidak lain untuk mempertanyakan kejelasan pihak perusahaan, lantaran sudah hampir beberapa bulan terakhir ini, pasokan air dirasakan tak kunjung normal.

“Kemarin hari Senin tanggal 30 Maret, sempat diontrog emak-emak ke Kantor Cabang, dan malamnya sempat nyala. Eh, sekarang air mati lagi,” ujar Pelanggan PDAM Warga Cirangkong, Ujang Supriadi kepada Jurnalsukabumi.com, Kamis (02/04/20).

Ujang berharap, ada kejelasan pasti dan upaya perbaikan yang nyata dari pihak PDAM Cabang Kalapanunggal secepatnya. Karena, kalau dibiarkan kekecewaan pun kian memuncak.

“Bosen kalau disuruh sabar dan sabar terus pak. Kami butuh kejelasan bukan janji,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Cabang PDAM Kalapanunggal, Tatang saat dihubungi melalui akun WhatSapp pribadinya membenarkan kedatangan sejumlah pelanggan tersebut. Bahkan, dirinya langsung yang menjelaskan penyebab tidak normalnya air ini.

“Iya hari Senin, ibu-ibu datang ke sini dan saya hadapi langsung dan sudah saya terangkan kondisinya seperti apa,” terangnya.

Adapun penyebab pastinya kata Tatang, dari hasil monitoring ternyata ditemukan pada settingan valve untuk pasokan air ke wilayah Kalapanunggal dan Bojonggeteng. Sebenarnya, upaya perbaikan pun sudah dilakukan bukan kali ini saja. Hanya saja, butuh waktu untuk pengaliran ke konsumennya.

Upaya monitoring Petugas PDAM Cabang Kalapanunggal di Lokasi Bak Penampungan.

“Selama ini juga ke Cirangkong itu ada, tapi bagi pelanggan yang di bawah. Sementara untuk wilayah yang atas agak susah. Bahkan, sempat dicoba pengalirannya gabung ke wilayah Kebon Kai dengan dengan cara ditutup sementara, dan air ke Cirangkong ada,” jelasnya.

Tatang mengatakan, antisipasi sudah dilakukan hampir dua bulan kebelakang ini melalui monitoring setiap malam. Hanya saja, dikarenakan air sudah menyusut pengaturan air pun sulit dilakukan, terutama untuk wilayah Cirangkong. Karena, wilayah lainnya ini masih relatif baik meski tidak full 24 jam.

“Pengaliran air ke Cirangkong bisa normal harus menunggu bak penampung di Citiis dengan menampung air kurang lebih 3 tangga. Sementara karena sekarang di sumber terjadi penurunan debit kondisinya di bak penampung citiis tidak pernah bisa nampung,” bebernya.

Selain itu, pihak cabang juga tengah menunggu perbaikan lanjutan. “Sambil menunggu barang acc dari pusat, kami berencana mengganti pipa di sumber dari pipa 4 inch ke 6 inch diharapkan ada penambahan distribusi air ke bak Citiis sehingga pengaliran ke wilayah Cirangkong dan Kebonkai bisa normal kembali,” pungkasnya.

Reporter: Ruslan AG
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
15 Orang Terjebak di Sulbar, Disnakertrans Sukabumi dan Relawan KDM Siapkan Pemulangan
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB