Di Tengah Maraknya Virus Corona, F-Hukatan KSBSI: Buruh Sukabumi Diliburkan Risiko Lumpuhkan Ekonomi

Minggu, 15 Maret 2020 - 17:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Soal merebaknya virus corona atau covid-19, Ketua DPC Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI), Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna, angkat bicara.

“Kaitan isu virus corona, saya kira terlalu jauh apabila ada pihak yang menyarankan untuk pabrik – pabrik diliburkan dan tidak begitu setuju jika seluruh buruh diliburkan. Itu bisa berisiko melumpuhkan ekonomi. Siapa yang memikirkan upahnya?” kata Nendar kepada jurnalsukabumi.com, melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (15/3/2020).

Karena, sambung Nendar, apapun ceritanya akan menimbulkan gejolak di kalangan buruh. Jadi ada salah satu cara dalam menyikapi persoalan tersebut. Salah satunya, dengan cara pabrik – pabrik membuat sebuah sistem pencegahan dengan memberikan fasilitas masker.

“Pemeriksaan suhu kepada semua orang saat masuk ke area pabrik, penyediaan pencuci tangan , serta cara – cara lainnya sebagai bentuk perlindungan dan pencegahan.” bebernya.

Masih kata Nendar, Setelah itu dilakukan monitoring oleh pihak pemerintah dengan memastikan ke pabrik – pabrik bahwa sistem tersebut berjalan. “Pak Bupati sebagai ketua LKS Tripartit mengundang para anggotanya, baik dari unsur buruh, maupun pengusaha, dan libatkan juga Dinkes. Pinta pandangan para anggota LKS Tripartit dalam menyikapi persoalan ini.” pungkasnya.

Reporter : Ruslan AG

Redaktur: Jon Digos

Berita Terkait

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Berita Terbaru