Inovasi! Nikmati Kopi Pakai Batok Kelapa di Kaki Gunung Salak

Minggu, 29 September 2019 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Tenjolaya, Aryo Bangun Adinoto saat melihat proses pembuatan kopi di Saung Subrang, Cicurug, Sukabumi.

i

Kades Tenjolaya, Aryo Bangun Adinoto saat melihat proses pembuatan kopi di Saung Subrang, Cicurug, Sukabumi.

JURNALSUKABUMI.COM – Inovasi dan kolaborasi dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat untuk terus mengembangkan wilayahnya. Setelah membuka infrastruktur jaringan internet berkolaborasi dengan PT Bogor Net dan Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, desa yang dipimpin Aryo Bangun Adinoto ini kembali membuat terobosan bakal membangun lokasi menikmati kopi dengan sajian unik di kaki Gunung Salak.

Uniknya, wadah kopinya terbuat dari tempurung atau batok kelapa yang sudah dibentuk menyerupai gelas. Lokasinya berada di ketinggian 850 Mdpl, tepat di bawah kaki Gunung Salak, Kampung Cipari Girang. Nama tempatnya yaitu Cipgir alias Cicip Digigir. Di sekitar lokasi itu saat ini tengah dalam penataan pembangunan objek wisata dan pengkajian pembukaan pintu pendakian legal ke Gunung Salak.

“Ide ini muncul saat menerima tim survey dari Universitas Trisaksi dan PT Bogor Net terhadap program internet di perbatasan kawasan Gunung Salak yang sudah 75 persen terkoneksi jaringan wifi. Begitu disuguhi kopi menggunakan cangkir dari batok kelapa, mereka menyambut baik, malah akan men-support pembuatan cangkir dengan menyediakan mesin pencetaknya,” kata Aryo seperti dilansir poskotanews.com saat menyambangi Saung Subrang atau Cicurug Kopi Solidaritas (CKS).

Cangkir dari batok kelapa itu, sambung Aryo, merupakan buah tangan warganya. Bahannya juga mudah ditemukan di wilayahnya. Ibarat gayung bersambut, ternyata sumber daya manusianya juga sudah tersedia yakni berasal dari CKS. CKS merupakan wadah sosial dari berbagai komunitas, seperti pecinta kopi, sepeda, adventur, volunteer dan lainnya.

“Di tempat itu nantinya kita kaloborasikan konsep modern, tradisional, dan natural. Modern karena di sana yang awalnya blank spot kini sudah terjangkau internet, tradisional sebab nanti lokasi dan penyajiannya seperti cangkirnya dari batok kelapa, dan natural karena menyuguhkan view dan suasana pegunungan,” paparnya.

Pemilik Saung Subrang, Wa Edo Sadam (40) menyambut baik gagasan kepala desanya dalam memberdayakan warga. Terlebih, di tempatnya yang sudah dua tahun berdiri saban minggu selalu diadakan pelatihan cara menyeduh atau membuat kopi ala barista secara gratis.

“Kami siap mendukung program itu. Sebab, di sini sudah melahirkan beberapa barista andal dan profesional. Kami juga sudah memproduksi kopi yang disebarkan ke beberapa kedai di sini, hingga dipasarkan ke beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, sampai ada juga ke Belanda,” ujarnya.

Dengan keberadaan lokasi baru, Wa Edo menilai akan lebih memberdayakan banyak orang. Selain akan menunjang perekonomian warga, juga menjadi lokasi anyar buat ajang promosi kopi khas Tenjolaya.

Barista, M Rivan Syafariansyah menyebutkan kualitas kopi, terutama robusta dan arabika di sekitar Cicurug tidak kalah bagus dengan wilayah lainnya. Malah, dari beberapa kali dalam ajang kontestasi, kopi asal Cicurug kerap mendapatkan pengakuan dari para pecinta kopi.

“Tinggal bagaimana mengedukasi para petani dalam cara menanam dan memelihara atau merawat agar menghasilkan buah kopi berkualitas. Sebab, kopi di kami ini kualitasnya bagus, itu sudah terbukti ketika kita ikut lomba di beberapa daerah,” tukas pemuda yang karib disapa Mudun ini.

Reporter: FK Robi
Redaktur: ES

Berita Terkait

Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan
Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak
Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?
Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda
SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:01 WIB

Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan

Senin, 1 Juni 2026 - 15:10 WIB

Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:45 WIB

Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:22 WIB

SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi

Berita Terbaru