Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Keberadaan deretan pedagang oleh-oleh di Jalan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan. Terlebih posisinya berdiri di atas saluran air atau drainase.

Selain dikhawatirkan mengganggu fungsi saluran air, keberadaan bangunan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai perizinan dan pengawasan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Berdasarkan pantauan Jurnalsukabumi.com, Senin (26/10/2026), sejumlah pedagang terlihat berjejer rapat di lokasi yang disebut warga berada di atas saluran air. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan itu.

Warga mengeluhkan kondisi saluran air yang diduga tidak berfungsi optimal hingga menyebabkan genangan di jalan raya. Situasi ini dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas pengendara yang melintas.

“Kami khawatir rumah dan jalanan kebanjiran. Selama ini bagaimana izinnya bisa keluar untuk bangunan di atas saluran air?” ujar Bambang, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Bambang juga mempertanyakan pengawasan serta ketegasan instansi terkait dalam menyikapi keberadaan bangunan tersebut. Ia berharap Satpol PP segera melakukan pengecekan lapangan dan memastikan status perizinan maupun pemanfaatan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, keberadaan tempat usaha semestinya tidak menghilangkan fungsi saluran air yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami tidak menutup kemungkinan adanya izin, namun fungsi saluran air tidak boleh hilang. Harus ada solusi agar kepentingan warga dan keselamatan tetap terjaga,” lanjutnya.

Di sisi lain, salah seorang pedagang oleh-oleh yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak membayar uang sewa untuk menempati tempat tersebut. Ia menyebut hanya memberikan iuran bulanan untuk kas lingkungan.

“Tidak ada sewa, hanya ada iuran saja ke RT atau ketua pemuda sebesar Rp150 ribu per bulan untuk kas RT,” ungkapnya singkat.

Pengakuan pedagang tersebut menambah pertanyaan mengenai status pemanfaatan lokasi, termasuk dasar penggunaan area yang disebut berada di atas saluran air.

Meski demikian, keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk pengurus lingkungan dan instansi yang berwenang, untuk memastikan status lahan serta legalitas bangunan maupun aktivitas usaha di lokasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Satpol PP Kabupaten Sukabumi mengenai keberadaan deretan toko tersebut. Jurnalsukabumi.com masih berupaya meminta keterangan dari instansi terkait.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Berita Terbaru