JURNALSUKABUMI.COM – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi atau KDM menyoroti tantangan dunia pers di tengah derasnya arus informasi digital. Wartawan dinilai memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat sekaligus menangkal hoaks.
Pesan tersebut disampaikan KDM melalui Kepala Diskominfo Jawa Barat Mas Adi Komar saat membacakan sambutan gubernur dalam pembukaan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat periode 2026-2031 di Hotel Horison Ultima Bandung, Rabu (12/8/2026).
KDM menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Media tidak lagi hanya bertumpu pada surat kabar, radio, dan televisi, tetapi juga berkembang melalui berbagai platform digital yang membuat informasi menyebar jauh lebih cepat.
Di tengah kondisi tersebut, wartawan dituntut tidak sekadar menjadi penyampai informasi. Profesionalisme, ketelitian dan kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak menjadi korban berita palsu.
“Jurnalisme memiliki tanggung jawab kepada publik. Mari kita menjaga pers yang cerdas, kritis, dan berkeadaban,” demikian pesan KDM.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan agenda pergantian kepemimpinan PWI Jawa Barat untuk periode lima tahun mendatang.
Konferprov mengusung tema “Merawat Profesionalisme, Menuju Pers Berintegritas dan Bermartabat” dan dihadiri jajaran PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat, PWI Pusat, Dewan Kehormatan PWI Pusat, perwakilan Polda Jabar, hingga unsur pemerintah daerah.
Dalam proses pencalonan, dua nama dinyatakan lolos verifikasi sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat, yakni Hardiyansyah dan Tantan Sulthon Bukhawan. Sementara Oland P.H. Sibarani ditetapkan sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat.
Kepala Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh mengatakan peningkatan kualitas wartawan menjadi salah satu perhatian organisasi. Saat ini, sekitar 70 persen anggota PWI disebut telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Fokus kami meningkatkan mutu dan kualitas wartawan serta memastikan hak dan kewajiban anggota sesuai AD/ART PWI,” ujarnya.
Sementara Plt Ketua PWI Jawa Barat Ahmad Syukri menyebut Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan jumlah wartawan yang mengikuti UKW cukup besar, mencapai sekitar 1.000 wartawan.
“Saya berharap hasil konferensi ini dapat dilanjutkan oleh ketua yang baru. Dua kader terbaik Jawa Barat telah ditetapkan sebagai calon. Semoga kepemimpinan berikutnya mampu membawa PWI Jawa Barat semakin baik,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Konferprov PWI Jawa Barat masih berlangsung. Forum telah memasuki sidang pleno ketiga yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus PWI Jawa Barat dan selanjutnya mempersiapkan tahapan pemilihan Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











