JURNALSUKABUMI.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026) pukul 18.17 WIB. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah pesisir selatan, namun hingga malam hari belum ada laporan kerusakan maupun korban.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut, sekitar 86 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 39 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi,” ujarnya.
BMKG mencatat getaran dirasakan paling kuat di wilayah Ciracap dengan intensitas II-III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar yang melintas. Sementara di Palabuhanratu, getaran dirasakan pada skala II MMI atau hanya dirasakan sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meski sempat membuat warga merasakan getaran, BMKG memastikan hingga pukul 18.35 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi langsung melakukan pemantauan melalui jaringan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) di seluruh wilayah.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Entis Daeng Sutisna, mengatakan hasil monitoring sementara menunjukkan belum ada dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
“Berdasarkan hasil pemantauan P2BK di seluruh Kabupaten Sukabumi hingga pukul 20.00 WIB, belum ada laporan wilayah yang terdampak. Kondisi masih aman dan terkendali,” katanya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











