JURNALSUKABUMI.COM – Kesadaran masyarakat untuk mengelola keuangan melalui kebiasaan menabung terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah nasabah dan nilai simpanan pada dua produk unggulan Perumda BPR Sukabumi Cabang Sagaranten, yakni Tabungan Hari Raya (Tahara) dan Simpanan Wajib Belajar (Siwajar).
Hingga 13 Juli 2026, produk Tabungan Hari Raya (Tahara) tercatat memiliki 1.161 rekening dengan total dana simpanan mencapai Rp2.238.528.400. Sementara Siwajar juga mengalami perkembangan menggembirakan dengan 316 rekening dan total simpanan sebesar Rp1.388.500.000.
Kepala Perumda BPR Sukabumi Cabang Sagaranten, Budi Sukmawan, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah, sekaligus menunjukkan bahwa budaya menabung mulai menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
“Alhamdulillah, jumlah nasabah Tahara maupun Siwajar terus bertambah. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya menabung dan mempercayakan dananya kepada BPR Sukabumi,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Budi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang terus dilakukan kepada masyarakat, lembaga pendidikan, hingga berbagai instansi di wilayah kerja Cabang Sagaranten. Edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini dinilai mulai memberikan dampak positif.
Ia menjelaskan, Tabungan Hari Raya (Tahara) dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan menjelang Idulfitri melalui sistem menabung secara rutin sepanjang tahun. Dengan demikian, nasabah dapat menyambut hari raya tanpa harus terbebani persoalan keuangan.
Sementara itu, Simpanan Wajib Belajar (Siwajar) menjadi pilihan banyak orang tua dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak. Produk tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah sekaligus menjadi bekal menghadapi kebutuhan pendidikan yang terus meningkat.
Budi berharap tren pertumbuhan kedua produk tersebut dapat terus berlanjut. Semakin banyak masyarakat yang menabung, menurutnya, semakin kuat pula fondasi literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Sukabumi.
Selain menghimpun dana masyarakat, Perumda BPR Sukabumi juga terus mengembangkan berbagai layanan simpanan dan pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui produk-produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, BPR Sukabumi berharap dapat menjadi mitra keuangan yang aman, terpercaya, sekaligus mendorong budaya menabung sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











